FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pendampingan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil di Puskesmas Banguntapan 1, Kabupaten Bantul, pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan USG sebagai bagian dari pemantauan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
Kegiatan tersebut melibatkan trainee dr. Anggita Veterina, Sp.O.G., bersama para residen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, yaitu dr. Nisa Utami Ika Permatasari, dr. Noratul Hafdhah, dan dr. Nabila. Selain mendampingi pemeriksaan USG, tim juga memberikan edukasi komprehensif mengenai manfaat, peran, dan keterbatasan pemeriksaan USG dalam mendukung kesehatan maternal dan janin.
Dalam sesi penyuluhan, para peserta memperoleh penjelasan bahwa pemeriksaan USG merupakan salah satu metode penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin, namun tidak dapat berdiri sendiri. Pemeriksaan USG perlu diintegrasikan dengan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, serta berbagai pemeriksaan penunjang lainnya agar kondisi kehamilan dapat dinilai secara lebih menyeluruh. Tim pemateri juga menjelaskan sejumlah mispersepsi yang masih berkembang di masyarakat mengenai pemeriksaan USG, termasuk anggapan bahwa USG dapat menggantikan seluruh proses pemeriksaan kehamilan.
Para peserta juga mendapatkan informasi mengenai tahapan pemeriksaan USG yang direkomendasikan sepanjang masa kehamilan. Pada trimester pertama, yakni usia kehamilan sekitar 5 hingga 14 minggu, pemeriksaan USG bertujuan memastikan keberadaan kantung kehamilan, mendeteksi detak jantung janin, dan menentukan usia kehamilan secara lebih akurat. Pada trimester kedua, pemeriksaan difokuskan pada skrining kelainan struktural janin dan identifikasi risiko kondisi tertentu, termasuk Down Syndrome. Sementara pada trimester ketiga, USG berperan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin, posisi plasenta, serta letak janin menjelang proses persalinan.
Selain memberikan gambaran mengenai perkembangan janin, tim juga menjelaskan berbagai keunggulan pemeriksaan USG. Metode ini aman karena tidak menggunakan radiasi, bersifat non-invasif, serta mampu memberikan informasi penting terkait jumlah janin, detak jantung, ukuran dan posisi janin, hingga mendeteksi kemungkinan adanya kelainan struktural yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan janin serta pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini dan pemantauan yang optimal. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyebarluasan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperkuat layanan kesehatan maternal di tingkat komunitas. (Kontributor: Munjayati).




