Dosen FK-KMK UGM Publikasikan Kajian Efektivitas dan Biaya Intervensi Pangan untuk Penanganan Gizi Kurang pada Anak

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan bersama tim peneliti memublikasikan artikel ilmiah berjudul “Efficacy and Cost Analysis of Food-Based Interventions to Treat Children With Undernutrition: A Systematic Review” yang diterbitkan dalam Malaysian Journal of Medical Science pada 30 April 2026. Publikasi ini disusun oleh tim peneliti yang terdiri atas Prof. Siti Helmyati, Mutiara Tirta Prabandari Lintang Kusuma, Ph.D., Yuliana Novita Rachmawati, S.Gz., Fifani Rosilia, S.Gz., MPH, Renita, S.Gz., dan Cut Alima Syarifa, S.Gz., RD, M.Sc. melalui kajian sistematis yang bertujuan mengevaluasi efektivitas serta aspek biaya dari intervensi berbasis pangan dalam menangani gizi kurang pada anak.

Artikel ini diterbitkan pada 30 April 2026 dengan DOI: 10.21315/mjms-01-2026-016. Penelitian dilakukan sebagai respons terhadap masih tingginya prevalensi gizi kurang pada anak yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai negara, terutama negara berkembang. Kondisi gizi kurang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi.

Melalui metode systematic review, tim peneliti melakukan analisis terhadap 15 artikel internasional yang membahas penggunaan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus atau Food for Special Medical Purposes (FSMP) dalam penanganan undernutrition pada anak. Kajian tersebut menyoroti berbagai jenis intervensi pangan medis, termasuk Ready-to-Use Supplementary Foods (RUSF), Ready-to-Use Therapeutic Foods (RUTF), serta suplemen nutrisi oral yang telah banyak digunakan dalam program perbaikan gizi di berbagai negara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis FSMP memiliki efektivitas yang baik dalam meningkatkan status gizi anak. Produk RUSF terbukti mampu membantu peningkatan berat badan pada anak yang mengalami gizi kurang. Sementara itu, RUTF menunjukkan tingkat keberhasilan pemulihan yang lebih tinggi dibandingkan beberapa pendekatan intervensi konvensional. Selain itu, suplemen nutrisi oral juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan tinggi badan anak yang mengalami malnutrisi.

Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi masih terbatasnya data mengenai aspek biaya dan efektivitas ekonomi dari penggunaan FSMP. Oleh karena itu, peneliti menilai bahwa kajian lanjutan mengenai cost-effectiveness sangat diperlukan untuk memastikan intervensi tersebut dapat diterapkan secara luas, efisien, dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas.

Selain memberikan gambaran mengenai efektivitas intervensi, hasil kajian ini juga membuka peluang pengembangan kebijakan gizi yang lebih kuat berbasis bukti ilmiah. Tim peneliti mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif dalam pengembangan pangan terapeutik. Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya berpotensi meningkatkan status gizi anak, tetapi juga mendukung kemandirian pangan dan memperkuat sistem pangan nasional yang berkelanjutan.

Penelitian ini berkontribusi terhadap SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung penanganan gizi kurang dan peningkatan ketahanan pangan anak. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera tercermin dari pengembangan strategi intervensi yang bertujuan meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup anak. SDG 5 Kesetaraan Gender turut didukung karena perbaikan status gizi anak berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pengurangan kesenjangan akses terhadap layanan gizi. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi multidisiplin dan pemanfaatan bukti ilmiah untuk mendukung penyusunan kebijakan gizi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kontributor: Mitha Aristyarini, S. Gz, Dietisien).