FK-KMK UGM Fasilitasi Magang Pewarnaan Histologi dan Imunohistokimia bagi Teknisi Universitas Brawijaya

FK-KMK UGM. Departemen Histologi dan Biologi Sel menyelenggarakan program magang laboratorium sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian antarperguruan tinggi. Program yang berlangsung pada akhir Mei 2026 ini diikuti oleh dua teknisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya dan difokuskan pada pelatihan pewarnaan rutin Hematoxylin-Eosin serta teknik imunohistokimia. Kegiatan dilaksanakan di laboratorium Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM sebagai sarana peningkatan kompetensi teknis sekaligus transfer pengetahuan di bidang histologi dan biologi sel.

Program magang ini merupakan salah satu layanan laboratorium yang terus berkembang dan mendapat respons positif dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Hingga pertengahan tahun 2026, Departemen Histologi dan Biologi Sel telah menyelenggarakan dua periode magang. Program pertama dilaksanakan pada Februari 2026 dan diikuti oleh teknisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Sementara itu, program kedua diikuti oleh Helly Nurul Karima, S.Pt., MP. dan Maulidan Asyrofil Anam, S.Si. dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya.

Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik pewarnaan jaringan yang menjadi bagian penting dalam pemeriksaan histologi. Selain praktik langsung di laboratorium, peserta juga mendapatkan pembekalan teori mengenai dasar-dasar mikroteknik dan teknik pembuatan preparat jaringan keras, khususnya jaringan gigi. Materi tersebut disampaikan oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D., yang memberikan pemahaman mengenai metode pembuatan sediaan histologi jaringan keras tanpa melalui proses pelunakan, sebuah pendekatan yang dinilai memberikan wawasan baru bagi peserta.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, program magang ini juga memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif melalui pengamatan langsung hasil preparat menggunakan mikroskop yang dilengkapi kamera digital. Peserta memperoleh kesempatan mendokumentasikan hasil pengamatan, melakukan analisis mandiri terhadap preparat yang dihasilkan, serta berdiskusi secara interaktif dengan instruktur mengenai berbagai temuan selama proses praktikum.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi teknis peserta magang dalam bidang histologi, mikroteknik, dan imunohistokimia. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring akademik yang mendukung kemajuan pendidikan dan penelitian kesehatan di Indonesia. (Kontributor: Saihas Suhda).