FK-KMK UGM. Salah satu dosen FK-KMK UGM, dr. Rakhmat Ari Wibowo, M.Sc., yang berhasil menyelesaikan studi doktoral di The University of Edinburgh, Inggris. Pencapaian tersebut ditandai dengan keberhasilannya menjalani sidang disertasi pada 16 Mei 2026 sebagai salah satu tahapan akhir program doktoral di bawah naungan Physical Activity for Health Research Centre (PAHRC). Penelitian doktoral yang dilakukan dr. Rakhmat berfokus pada promosi aktivitas fisik di lingkungan pendidikan tinggi (promoting physical activity in higher education settings), sebuah bidang yang semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan.
Melalui penelitian yang dilaksanakan di Indonesia dan Inggris, dr. Rakhmat mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan perancangan, implementasi, dan evaluasi program aktivitas fisik di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-informed approach) yang mempertimbangkan konteks lokal sehingga program yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi institusi pendidikan tinggi.
Fokus penelitian ini berangkat dari tantangan rendahnya tingkat aktivitas fisik pada kelompok dewasa muda, termasuk mahasiswa. Padahal, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular, meningkatkan kesehatan mental, serta mendukung produktivitas dan kualitas hidup. Oleh karena itu, lingkungan kampus dipandang sebagai salah satu ruang strategis untuk mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan berbagai temuan ilmiah, penelitian doktoral tersebut juga melahirkan sebuah toolkit praktis yang dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif (co-design). Toolkit ini dirancang untuk membantu para pemangku kepentingan di perguruan tinggi dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi program aktivitas fisik secara lebih sistematis. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan dapat memudahkan institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aktif, sehat, dan mendukung kesejahteraan sivitas akademika.
Selama menempuh pendidikan doktoralnya, dr. Rakhmat mendapatkan bimbingan dari Dr. Graham Baker dan Professor Samantha Fawkner. Sementara itu, proses PhD Viva melibatkan Professor Ailsa Niven sebagai internal examiner dan Dr. Joey Murphy dari South East Technological University sebagai external examiner. Sidang tersebut dipimpin oleh Dr. Stelios Psycharakis yang bertindak sebagai ketua sidang.
Pencapaian ini sejalan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan strategi berbasis bukti untuk meningkatkan aktivitas fisik, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang mendukung kesehatan, pembelajaran, dan kualitas hidup sivitas akademika. Selain itu, kolaborasi penelitian antara institusi di Indonesia dan Inggris mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama internasional dalam menghasilkan inovasi dan solusi berbasis riset yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan global. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).




