FK-KMK UGM Perkuat Sistem Peringatan Dini Penyakit melalui Monitoring Surveilans Air Limbah di Bandung

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak Program Riset dan Operasional (PKKA-PRO) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Site Monitoring Visit penelitian Wastewater Surveillance atau surveilans air limbah di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular berbasis lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4–5 Mei 2026 ini melibatkan tim PKKA-PRO FK-KMK UGM bersama UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkes Jabar) untuk memastikan kualitas pelaksanaan pengambilan, penanganan, dan pengiriman sampel penelitian berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh tim PKKA-PRO yang terdiri atas apt. Shella Syafira Wijayanti, M.Sc. sebagai Asisten Peneliti dan Bayu Adji Pratama, S.PWK. sebagai Asisten Lapangan. Monitoring dilakukan sebagai bagian penting dari pengembangan penelitian surveilans air limbah yang saat ini dikembangkan untuk mendukung sistem kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit menular di masyarakat.

Surveilans air limbah merupakan pendekatan inovatif yang memanfaatkan deteksi materi genetik virus maupun bakteri dalam air limbah untuk memantau dinamika penyebaran penyakit pada tingkat komunitas. Metode ini memiliki keunggulan karena mampu menangkap gambaran kondisi kesehatan populasi secara luas, termasuk mendeteksi keberadaan patogen yang berasal dari individu bergejala maupun tanpa gejala. Dalam beberapa tahun terakhir, PKKA-PRO FK-KMK UGM secara aktif mengembangkan penelitian di bidang ini untuk mendeteksi berbagai patogen penting, termasuk SARS-CoV-2 dan Salmonella Typhi.

Pada hari pertama, Senin, 4 Mei 2026, tim melakukan pemantauan pemasangan Moore swab di tiga lokasi penelitian, yakni Open Channel Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang, Pumping Station Cijawura, dan Pumping Station Gumuruh. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa proses pemasangan berjalan baik dan sesuai dengan protokol penelitian. Selain memantau pelaksanaan teknis, tim juga melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan, termasuk kebutuhan penyesuaian pemasangan alat untuk menghadapi karakteristik arus air yang berbeda di setiap lokasi. Pemeriksaan dokumen penelitian, kesiapan logistik, dan koordinasi teknis bersama tim Labkes Jabar juga menjadi bagian dari kegiatan monitoring.

Kegiatan berlanjut pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan pemantauan proses pengambilan sampel dan pengiriman sampel ke Yogyakarta untuk dilakukan analisis laboratorium lebih lanjut. Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap di seluruh lokasi penelitian sebelum dibawa ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk proses dokumentasi, pengecekan logistik, dan persiapan distribusi. Seluruh sampel kemudian dikirim menggunakan sistem logistik yang memenuhi standar penelitian guna menjaga kualitas dan integritas sampel selama perjalanan.

Selain memantau pengambilan sampel, tim juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur, pengukuran parameter lapangan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung penelitian. Hasil monitoring menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara PKKA-PRO FK-KMK UGM, UPTD Labkes Jabar, dan Perumda Tirtawening Kota Bandung. Meski demikian, beberapa aspek masih memerlukan penguatan, seperti optimalisasi prosedur pengambilan sampel sesuai karakteristik lokasi, peningkatan konsistensi implementasi standar operasional, serta penguatan koordinasi antarpetugas lapangan.

Temuan-temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian pada tahap berikutnya. Dengan sistem monitoring yang berkelanjutan, diharapkan penelitian surveilans air limbah dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan bermanfaat dalam mendukung kebijakan kesehatan masyarakat berbasis bukti.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit berbasis lingkungan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer pengetahuan, dan pembelajaran berbasis penelitian bagi tenaga kesehatan dan peneliti. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan metode surveilans air limbah serta pemanfaatan teknologi laboratorium untuk mendukung inovasi kesehatan masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Bayu Adji Pratama, Dhimas Sholikhul Huda).