FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengikuti program magang di PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) pada Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), khususnya subfungsi Health. Aliya Maisara Putri mengikuti program magang selama lima minggu untuk mempelajari secara langsung penerapan kesehatan kerja di lingkungan industri energi.
Mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai layanan kesehatan perusahaan, sistem manajemen kesehatan kerja, serta kolaborasi lintas profesi dalam mendukung operasional perusahaan yang aman, sehat, dan produktif. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip kesehatan kerja diterapkan dalam dunia industri guna melindungi pekerja dan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Pada minggu pertama, kegiatan difokuskan pada orientasi lingkungan kerja serta pengenalan fungsi kesehatan kerja di perusahaan. Melalui observasi layanan klinik perusahaan, Aliya mempelajari alur pelayanan kesehatan, koordinasi antar tenaga kesehatan, serta penerapan standar operasional dalam menjaga mutu pelayanan bagi pekerja. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai peran strategis kesehatan kerja dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
Memasuki minggu kedua, cakupan pembelajaran semakin luas dengan pengenalan sistem rekam medis elektronik, simulasi bantuan hidup dasar dan penanganan kegawatdaruratan, keterlibatan dalam kegiatan donor darah, hingga sesi edukasi mengenai human performance in safety dan dasar-dasar Industrial Hygiene. Berbagai kegiatan tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta upaya identifikasi dan pengendalian faktor risiko kesehatan di tempat kerja.
Pada minggu ketiga, Aliya terlibat dalam kegiatan administrasi kesehatan kerja, termasuk diskusi mengenai sistem Administrative Service Only (ASO), penilaian derajat kesehatan dan kelayakan kerja (fit to work), serta persiapan sosialisasi program kesehatan di tingkat regional. Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai pentingnya evaluasi kesehatan pekerja sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keselamatan dan produktivitas kerja.
Sementara itu, pada minggu keempat, fokus pembelajaran diarahkan pada konsep Health Risk Assessment (HRA). Aliya mengikuti proses observasi, penyusunan, dan perhitungan laporan HRA, verifikasi kartu asuransi, hingga kegiatan promosi kesehatan terkait aktivitas fisik dan ergonomi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya identifikasi risiko kesehatan serta dokumentasi yang akurat dalam mendukung program kesehatan kerja yang berkelanjutan.
Pada minggu terakhir, peserta mempelajari Medical Emergency Response Plan (MERP), menyusun laporan hasil kerja praktik, membuat laporan insiden medis, serta mengikuti evaluasi akhir program. Kegiatan ini memperdalam pemahaman mengenai sistem tanggap darurat medis perusahaan sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, pelaporan, dan manajemen dokumentasi yang menjadi bagian penting dalam praktik kesehatan kerja modern.
Selain memperoleh pengetahuan teknis, pengalaman bekerja bersama tenaga kesehatan, praktisi HSSE, dan berbagai profesi lainnya memberikan wawasan mengenai pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Interaksi langsung dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan industri juga membantu mahasiswa memahami tantangan nyata yang dihadapi dalam implementasi program kesehatan kerja.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui pembelajaran mengenai layanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan peningkatan keselamatan pekerja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pembelajaran berbasis pengalaman. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan pemahaman mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan PT Pertamina Hulu Indonesia dalam menyediakan ruang. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




