FK-KMK UGM Raih Kelulusan 100 Persen pada Ujian Kompetensi Nasional Dokter Spesialis Anak Periode Mei 2026

FK-KMK UGM. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak, FK-KMK UGM meraih kelulusan 100 persen dalam Ujian Kompetensi Nasional Periode Mei 2026 yang diselenggarakan oleh Kolegium Kesehatan Anak di Universitas Padjadjaran. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas proses pendidikan, pembinaan akademik, serta pendampingan yang diberikan kepada peserta didik selama menempuh pendidikan spesialis di lingkungan Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM.

Rangkaian Ujian Kompetensi Nasional dilaksanakan pada 12–24 Mei 2026 dengan beberapa tahapan evaluasi yang dirancang untuk mengukur kompetensi peserta secara menyeluruh. Tahapan tersebut meliputi ujian Multiple Choice Questions (MCQ) yang diselenggarakan pada 12 Mei 2026, dilanjutkan dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada 23 Mei 2026, serta Ujian Kasus Terstruktur dan yudisium yang berlangsung pada 24 Mei 2026 di Universitas Padjadjaran.

Ujian Kompetensi Nasional merupakan salah satu tahapan penting dalam sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia. Melalui ujian ini, kompetensi peserta dievaluasi secara komprehensif, mulai dari penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan klinis, keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan medis, hingga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan. Standar yang diterapkan dalam ujian tersebut menjadi tolok ukur untuk memastikan bahwa lulusan dokter spesialis anak memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran spesialis.

Pada periode Mei 2026 ini, seluruh peserta dari PPDS Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM berhasil menyelesaikan seluruh tahapan ujian dengan hasil yang memuaskan. Adapun peserta yang dinyatakan lulus adalah dr. Intan Hartandy, dr. Naafi Rizqi R., dan dr. Roberto Suhartono. Kelulusan penuh yang diraih ketiga peserta tersebut mencerminkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia pelayanan kesehatan sebagai dokter spesialis anak yang kompeten dan profesional.

Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa proses pendidikan spesialis yang dijalankan FK-KMK UGM mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan klinis dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan anak. Di tengah tantangan kesehatan anak yang semakin kompleks, keberadaan dokter spesialis anak yang kompeten menjadi kebutuhan penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Capaian ini sejalan dengan upaya mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan dokter spesialis anak yang kompeten untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di masyarakat. Selain itu, keberhasilan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang bermutu, berstandar nasional, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi tenaga kesehatan profesional yang siap menjawab kebutuhan kesehatan masa kini dan masa depan. Kontributror: Muhammad Nasiruddin Afif).