FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan talkshow bedah buku bertajuk “Transformasi Asesmen Pendidikan Kedokteran melalui Programmatic Assessment dalam Kerangka Outcome-Based Education (OBE)”. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (4/6/2026) di Auditorium lantai 1 Gedung Tahir Foundation Sayap Utara.
Dimoderatori oleh dr. Rachmadya Nur Hidayah, M.Sc., Ph.D, bedah buku menghadirkan tiga narasumber, antara lain Prof. dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D., Sp.KKLP sebagai penulis utama, serta Prof. dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA, M.Med.Ed., Ph.D. dan Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A(K). sebagai pembedah.
Kali ini, bedah buku bertujuan untuk membedah buku karya Prof. Mora dkk berjudul “Programmatic Assessment dalam Pendidikan Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Konsep dan Petunjuk Pelaksanaan bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan”, sekaligus memberikan pemahaman kepada sivitas akademika tentang konsep, urgensi, serta implementasi Programmatic Assessment dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis OBE.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan bahwa FK-KMK UGM menjadi pemimpin berbagai inovasi, khususnya di bidang pendidikan kedokteran, termasuk pada Programmatic Assesment. Ia mengungkapkan, Programmatic Assesment tidakkah mudah; perlu pemahaman mengenai konsepnya, bagaimana mekanismenya, dan implementasinya. Dalam suatu kurikulum yang sudah terbangun sejak lama, tidak mudah untuk melakukan transformasi menuju Programmatic Assesment.
“Semoga dengan memiliki pemahaman mengenai Programmatic Assesment berbasis OBE, kualitas pendidikan kedokteran secara khusus dan umum di Indonesia bisa meningkat dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” kata dr. Hamim.
Manager UGM Press, Dr. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng., mewakili UGM Press sebagai penerbit buku, mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi yang dilakukan dalam menerbitkan buku tersebut. Pasalnya, saat ini, kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia sudah mengacu kepada OBE. Namun, kurikulum yang hebat pun tidak akan mencapai potensi maksimal jika tidak memiliki sistem asesmen yang baik.
“Buku ini adalah solusi komplet yang dibuat ke dalam Programmatic Assesment; bagaimana carantya melakukan continuous improvement terkait dengan kurikulum berbasis OBE, sehingga kami sangat antusias dan senang buku ini bisa diterbitkan dan juga digunakan sebagai referensi,” terang I Wayan.
Prof. Mora membuka sesi talkshow dengan memaparkan latar belakang penulisan buku, bab-bab dalam buku beserta penjelasannya, serta lima komponen penting dalam Programmatic Assesment. Dari sudut pandang pakar kurikulum, Prof. Titi menjabarkan berbagai keunggulan Programmatic Assessment dan OBE serta kontribusi buku terhadap literatur pendidikan kedokteran. Talkshow ditutup dengan penuturan dari Prof. Eggi yang mengangkat implementasi Programmatic Assessment dalam sistem rumah sakit pendidikan, pembelajaran di klinik, dan tantangan nyata di lapangan.
Bedah buku ini merupakan kegiatan rutin FK-KMK UGM yang turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara aktif berkontribusi pada pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena mendukung transformasi dan peningkatan mutu pendidikan untuk keberlanjutan. Selain itu, bedah buku tersebut juga secara berkelanjutan mendorong pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di masa depan dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internal antara penulis, fakultas, dan penerbit dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. (Penulis: Citra/Humas).



