FK-KMK UGM. Dosen-dosen Departemen Farmakologi dan Terapi, FK-KMK UGM berpartisipasi dalam kegiatan Syawalan Ikatan Ahli Farmakologi Indonesia (IKAFARI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang diikuti oleh akademisi dan anggota IKAFARI dari berbagai institusi pendidikan di Yogyakarta tersebut diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.
Kegiatan Syawalan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, meliputi fakultas Farmasi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, hingga Kedokteran Hewan di wilayah Yogyakarta. Kehadiran para akademisi lintas bidang tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam pengembangan ilmu farmakologi yang semakin membutuhkan pendekatan multidisiplin untuk menjawab tantangan kesehatan dan pendidikan di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, hikmah Syawalan disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Djoko Wahyono, S.U. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa ibadah puasa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas spiritual, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kualitas diri yang lebih baik. Nilai-nilai yang tumbuh selama Ramadhan, seperti peningkatan ketakwaan, kemampuan memaafkan, keberanian mengakui kesalahan, introspeksi diri, serta semangat berbagi, diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun praktik profesional di lingkungan akademik dan kesehatan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda pemilihan pengurus IKAFARI Cabang DIY periode 2026–2030. Berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat, terpilih Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, S.Si., M.Si. sebagai Ketua IKAFARI Cabang DIY yang baru. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran IKAFARI dalam pengembangan ilmu farmakologi, memperluas kolaborasi antar institusi, serta meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan jejaring akademik dan pertukaran pengetahuan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antar institusi pendidikan dan organisasi profesi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. (Kontributor: Rul Afiyah Syarif).




