FK-KMK UGM. Sistem Kesehatan Akademik (AHS) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mengirimkan tim ahli untuk merespon situasi darurat bencana banjir dan longsor di Aceh. Sebagai langkah awal yang krusial, Tim Asesmen diterjunkan untuk memastikan respons kesehatan berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan FK-KMK UGM dalam pengabdian masyarakat berbasis keahlian, khususnya dalam manajemen krisis kesehatan di daerah terdampak bencana.
Misi ini dilaksanakan oleh Tim Asesmen yang bertugas pada periode 2–5 Desember 2025. Tim tersebut adalah dr. Agung Widianto, SpB-KBD dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid dari Kelompok Kerja (Pokja) Bencana FK-KMK UGM. Tim ini berfokus pada penguatan aspek strategis manajemen bencana melalui koordinasi intensif di tingkat provinsi sebelum tim medis operasional dikerahkan ke lokasi terdampak di Aceh Utara.
Selama penugasan di Banda Aceh, tim berkoordinasi di bawah Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Fokus utama kegiatan mereka adalah melakukan Rapid Health Assessment (RHA) atau penilaian kesehatan cepat untuk mengidentifikasi besarnya dampak bencana terhadap fasilitas kesehatan, pemetaan risiko penyakit, serta penentuan prioritas bantuan medis yang diperlukan. Selain melakukan penilaian, dr. Agung dan Apt. Gde Yulian memberikan pendampingan teknis dalam aktivasi dan operasionalisasi HEOC guna memperkuat fungsi komando, koordinasi, dan informasi selama masa tanggap darurat.
Langkah strategis yang dilakukan oleh Tim Asesmen ini menjadi pondasi penting bagi keberangkatan tim medis EMT Batch 1 hingga Batch 5 selanjutnya. Dengan adanya data yang akurat dan sistem koordinasi yang solid di tingkat pusat komando, distribusi logistik kesehatan dan penempatan tenaga medis dapat dilakukan secara tepat sasaran, sehingga meminimalkan risiko kesenjangan layanan bagi masyarakat terdampak.
Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui mitigasi risiko kesehatan pascabencana; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penerapan kepakaran akademis dalam situasi nyata; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi sinergis antara akademisi, rumah sakit jejaring AHS UGM, dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional menghadapi bencana. (Kontributor: Dea Wahyu Lestyarini)




