Mahasiswa FK-KMK UGM Berikan Layanan Terapi Sujok bagi Pegawai RSUD Kota Yogyakarta

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan layanan terapi Sujok bagi pegawai RSUD Kota Yogyakarta pada Senin, 11 Mei 2026 di RSUD Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah elektif PLPS Program Magang Terapi Sujok sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan 11 mahasiswa PSIK UGM. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa didampingi langsung oleh Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D. dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas selaku koordinator Program Magang Terapi Sujok.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pelayanan terapi Sujok kepada 24 pegawai RSUD Kota Yogyakarta yang mengikuti sesi terapi. Terapi Sujok sendiri merupakan salah satu terapi komplementer yang dilakukan dengan memberikan stimulasi pada titik-titik tertentu di tangan dan kaki yang merepresentasikan bagian tubuh. Pendekatan ini digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan tubuh serta mengurangi berbagai keluhan kesehatan yang dialami peserta.

Sebagian besar peserta datang dengan keluhan muskuloskeletal dan ketidaknyamanan fisik akibat aktivitas sehari-hari. Keluhan yang banyak disampaikan antara lain nyeri lutut, pegal pada bahu dan punggung, nyeri telapak kaki, kesemutan pada tangan dan kaki, hingga nyeri leher yang menjalar ke area bahu. Selain itu, beberapa peserta juga mengeluhkan vertigo, tremor pada tangan, serta gangguan asam lambung. Faktor seperti kelelahan, terlalu lama duduk, kurang aktivitas fisik, hingga aktivitas kerja yang padat menjadi penyebab utama berbagai keluhan tersebut.

Dalam praktiknya, mahasiswa melakukan pengkajian awal terhadap kondisi peserta sebelum memberikan intervensi terapi Sujok. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah peserta yang mengalami nyeri pada tubuh bagian kiri, terutama area pantat, kaki kiri, dan bahu kiri akibat riwayat jatuh saat gempa Yogyakarta beberapa tahun lalu. Pada pengkajian awal, peserta menyampaikan tingkat nyeri berada pada skala 5. Mahasiswa kemudian melakukan stimulasi pada titik-titik Sujok yang berkaitan dengan area keluhan selama kurang lebih 15 menit. Setelah terapi selesai dilakukan, peserta melaporkan penurunan nyeri menjadi skala 0 dan merasakan sensasi hangat serta tubuh yang lebih nyaman.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa terapi Sujok dapat menjadi pendekatan komplementer yang potensial untuk membantu mengurangi keluhan nyeri sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien. Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan klinis, komunikasi terapeutik, serta empati dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan humanis.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas kesehatan dan kenyamanan masyarakat dengan pendekatan terapi komplementer. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi pelayanan kesehatan berbasis terapi nonfarmakologis, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, mahasiswa, dosen pendamping, dan RSUD Kota Yogyakarta dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih holistik dan berkelanjutan. (Kontributor: Syifa Nuur Ardiyani, Tika Puspitasari, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., PhD.).