FK-KMK UGM Tingkatkan Pengalaman Praktik Mahasiswa melalui Layanan Terapi Sujok di RSUD Kota Yogyakarta

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui Program PLPS Magang Terapi Sujok menghadirkan layanan terapi komplementer bagi staf di RSUD Kota Yogyakarta pada 8 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di bawah koordinasi dan pendampingan Prof. Intansari Nurjannah ini bertujuan membantu mengurangi keluhan nyeri sekaligus memberikan pengalaman relaksasi bagi tenaga kesehatan yang sehari-hari menjalankan aktivitas padat di lingkungan rumah sakit. Sebanyak sebelas mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM terlibat sebagai terapis dan memberikan pelayanan kepada 40 peserta dengan berbagai keluhan kesehatan.

Keluhan yang paling banyak dirasakan peserta meliputi nyeri punggung, pegal pada pinggang, leher kaku, hingga nyeri pada area kaki dan tangan. Aktivitas kerja yang tinggi serta mobilitas yang padat di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya gangguan muskuloskeletal tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa keperawatan UGM berupaya memberikan pendekatan kesehatan yang lebih holistik dengan memanfaatkan terapi nonfarmakologis sebagai pendamping penanganan medis.

Intervensi yang diberikan berupa terapi Sujok, yakni metode terapi komplementer yang dilakukan melalui stimulasi titik-titik korespondensi pada tangan dan kaki yang merepresentasikan bagian tubuh tertentu. Pada beberapa kasus, terapi juga dipadukan dengan pendekatan Sujok Triorigin. Teknik yang digunakan dalam praktik meliputi penekanan titik refleksi menggunakan alat probe, pemasangan biji pada titik tertentu, penggunaan magnet terapi, hingga aplikasi Elastic Wire Colour and Tera-Wave Therapy (EWCT).

Selama kegiatan berlangsung, sejumlah peserta merasakan perubahan yang cukup signifikan setelah menjalani terapi. Salah satu peserta dengan keluhan nyeri punggung bawah akibat posisi tidur yang kurang tepat mengaku tingkat nyerinya menurun dari skala lima menjadi satu setelah terapi dilakukan. Peserta tersebut juga menyampaikan bahwa tubuh terasa lebih nyaman dan ringan saat bergerak.

Melalui program ini, mahasiswa keperawatan FK-KMK UGM belajar membangun komunikasi terapeutik dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi mahasiswa untuk memahami kebutuhan pasien secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun psikologis.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental masyarakat. Selain itu, program ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan pendekatan terapi komplementer inovatif dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit, dosen, dan mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Nadia Rizky Aliffia Claresta, Pramudita Dwi Utami, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD.).