Residen PPDS Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM Sabet Juara 1 Rapid Fire Session pada 1st INEPHRON 2026

FK-KMK UGM. Mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Minachun Syania Rachmadiana, menyabet Juara 1 Rapid Fire Session dalam ajang ilmiah bergengsi 1st Indonesian Pediatric Nephrology Conference (INEPHRON) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 24–26 April 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta dan dihadiri oleh para dokter spesialis anak dan dokter umum dari seluruh Indonesia.

Kompetisi Rapid Session dalam konferensi ini menjadi salah satu sesi paling bergengsi, karena menampilkan penelitian dan laporan kasus terbaik di bidang nefrologi pediatrik. Dalam kompetisi ini, dr. Minachun berhasil menampilkan pemaparan ilmiah yang komprehensif, tajam, dan relevan dengan perkembangan terkini di bidang kesehatan anak, khususnya penyakit ginjal.

Melalui presentasinya, dr. Minachun Syania Rachmadiana menyoroti sebuah kasus kompleks Multicystic Dysplastic Kidney (MCDK) yang memiliki relevansi tinggi dalam praktik sehari-hari dokter spesialis anak umum. Kasus tersebut menggambarkan bagaimana MCDK tidak selalu bersifat benign, terutama bila disertai kelainan kongenital lain seperti anomali saluran kemih atau gangguan perkembangan sistem urogenital.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan klinis terhadap tanda-tanda progresivitas penyakit, termasuk gangguan fungsi ginjal sejak dini, hipertensi, hingga risiko berkembang menjadi penyakit ginjal kronik. Melalui pendekatan yang sistematis—mulai dari skrining antenatal, evaluasi radiologis komprehensif, hingga pemantauan jangka panjang—presentasi ini memberikan gambaran praktis bagi dokter anak umum untuk mengenali tanda bahaya serta menentukan waktu rujukan yang tepat ke subspesialis nefrologi anak.

INEPHRON 2026 sendiri merupakan konferensi perdana yang menjadi wadah kolaborasi ilmiah dan pertukaran pengetahuan antar tenaga medis di bidang nefrologi pediatrik. Pertemuan ilmiah ini diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia  (IDAI) dengan menggaet UKK Nefrologi Anak. Ajang ini diharapkan dapat mendorong inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Indonesia.

Prestasi yang diraih dr. Minachun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para tenaga kesehatan muda untuk terus berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah ilmiah nasional maupun internasional. Selain itu, raihan ini juga menegaskan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi riset, pendidikan pembangunan, dan peningkatan kualitas kesehatan ginjal pada anak. (Kontributor: dr. Minachun Syania Rachmadiana, Editor: Citra/Humas)