FK-KMK UGM. Dosen Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Dr. dr. Santosa Budiharjo, M.Kes. dengan mempertahankan disertasinya. Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset multidisipliner, khususnya pada bidang anatomi dan ilmu keolahragaan.
Ujian disertasi yang mengangkat judul “Karakteristik Antropometrik, Biomekanik, dan Kepribadian Atlet Pencak Silat Laki-Laki: Kajian pada Kelompok Atlet Juara dan Bukan Juara di Daerah Istimewa Yogyakarta” dilaksanakan pada tahun 2026, sebagai bagian dari proses akademik doktoral yang menekankan integrasi antara aspek fisik dan psikologis dalam performa atlet.
Penelitian yang dilakukan mengangkat pendekatan komprehensif dengan mengkaji dimensi antropometrik, biomekanik, serta kepribadian atlet pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap seleksi awal menuju pusat pelatihan, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada aspek fisik antara kelompok atlet yang kemudian menjadi juara dan yang tidak. Namun, pada tahap lanjutan setelah kompetisi, ditemukan bahwa faktor kepribadian memiliki kontribusi signifikan dalam menentukan capaian prestasi.
Secara khusus, dimensi kepribadian seperti keterbukaan terhadap pengalaman (openness), ketelitian dan tanggung jawab (conscientiousness), serta kemampuan bersosialisasi (extraversion) terbukti berperan sebagai prediktor penting dalam keberhasilan atlet. Temuan ini menegaskan bahwa performa atlet tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental dan psikologis yang adaptif terhadap tekanan kompetisi.
Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan model hubungan multidimensional yang memberikan kontribusi baru dalam pengembangan ilmu keolahragaan berbasis bukti. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam proses pembinaan atlet yang lebih terarah, baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya dalam cabang olahraga pencak silat yang merupakan warisan budaya Indonesia.
Pencapaian ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan ilmu yang mendukung peningkatan performa dan kesehatan atlet secara menyeluruh. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penguatan kapasitas akademik melalui riset doktoral yang inovatif dan aplikatif. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur diimplementasikan melalui pengembangan model ilmiah baru yang dapat mendukung inovasi dalam pembinaan olahraga berbasis data dan penelitian. (Kontributor: Yusuf Choirul).




