FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk layanan Terapi Sujok Gratis sebagai bagian dari mata kuliah elektif PLPS Program Magang Terapi Sujok. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 April 2026 di Healing Garden Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM), bertepatan dengan penyelenggaraan Pasar Krempyeng BOGE, yang rutin digelar setiap Rabu Wage sebagai ruang interaksi sekaligus edukasi masyarakat tentang gaya hidup berkelanjutan.
Sebanyak 14 mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM terlibat aktif dalam membuka tenant layanan terapi komplementer ini. Kegiatan didampingi oleh terapis Sujok bersertifikasi BNSP sekaligus dosen FK-KMK UGM, Janatin Hastusi, S.Si., M.Kes., Ph.D. Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya sivitas akademika, pegawai RSA UGM, kader kesehatan, hingga masyarakat umum yang datang untuk mencoba layanan terapi yang diberikan secara gratis. Tenant yang dibuka sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan Pasar Krempyeng.
Terapi Sujok yang diperkenalkan dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang memanfaatkan stimulasi titik tertentu pada tangan untuk membantu meredakan keluhan kesehatan. Dalam praktiknya, mahasiswa memberikan layanan dengan pendekatan profesional dan komunikatif, sekaligus mengedukasi pasien mengenai manfaat terapi tersebut sebagai alternatif pendukung pengobatan.
Beberapa kasus yang ditangani selama kegiatan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Salah satu pasien yang mengalami nyeri kepala dengan skala 7 melaporkan penurunan nyeri menjadi skala 0 setelah dilakukan stimulasi titik Sujok triorigin dan penempelan biji pada titik terapi dalam waktu 5–7 menit. Pada kasus lain, pasien dengan keluhan nyeri bahu kanan skala 8 mengalami penurunan menjadi skala 3 setelah terapi stimulasi dan pemasangan Elastic Wire Colour and Tera-Wave Therapy (EWCT) dalam waktu sekitar 6 menit. Hasil ini menunjukkan potensi terapi Sujok sebagai pendekatan komplementer dalam manajemen nyeri.
Koordinator program, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan pasien, mahasiswa mengasah keterampilan komunikasi terapeutik, meningkatkan kompetensi klinis, serta memahami pentingnya pendekatan holistik dalam praktik keperawatan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan penelitian berbasis respons pasien terhadap terapi Sujok.
Kegiatan layanan Terapi Sujok Gratis yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM menjadi bentuk nyata integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, kegiatan ini juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional yang holistik dan berorientasi pada pasien.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan pendekatan terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan pasien. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang meningkatkan kompetensi mahasiswa secara praktis dan holistik. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pengembangan dan pemanfaatan terapi inovatif dalam pelayanan kesehatan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan layanan yang berdampak bagi masyarakat. (Kontributor: Umi Latifah, Zulfa Husna Aulia, Prof. Intansari Nurjannah, SKp., MNSc., PhD).



