FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pada Sabtu (11/4). Kegiatan ini diselenggarakan dengan model “operasi katarak” yang berkolaborasi dengan berbagai instansi mitra. Seperti, Kemenkes, RSUP Sardjito, Bank Mata, dan beberapa mitra terkait lainya. Bertempat di Ruang Kontap, RSUP Dr. Sardjito, kegiatan ini diikuti oleh 10 penyintas katarak dari berbagai daerah.
Operasi katarak dipilih dikarenakan penyakit ini menjadi salah satu gangguan kebutaan yang cukup tinggi terjadi di Indonesia. Kecenderungan yang menderita katarak ialah, kelompok lanjut usia yang masuk dalam kategori kurang mampu. Melalui bakti sosial diharapkan penyintas katarak dapat memperoleh kembali kualitas pengelihatan dengan baik untuk dapat beraktivitas secara produktif. Selain itu, baksos ini menekankan manfaat klinis dengan uoya memperluas akses pelayanan kesehatan mata yang merata kepada masyarakat.
dr. Noor Karunia Putri Halim selaku residen yang terlibat dalam baksos menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang diselenggarakan untuk memberikan harapan pemulihan kesehatan mata pada penyintas katarak. Selain itu, pada edisi April 2026 kegiatan ini memberikan pelayanan operasi katarak secara gratis kepada 10 pasien beserta edukasi terhadap keluarga.
“Kami dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM melakukan kegiatan bakti sosial ini bukan hanya pada operasi. Kami juga memberikan edukasi terkait dengan penyembuhan, pengobatan, dan kontrol rutin untuk memulihkan kesehatan,” kata dr. Karunia.
Kegiatan ini turut mendukung komitmen SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui komitmen pengabdian institusi pendidikan dalam membantu menyebarkan pemerataan pelayanan kesehatan mata pada penyintas katarak untuk dapat kembali sehat. (Reporter/Tedy).



