FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja departemen dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan langkah guna mendukung visi universitas dalam meningkatkan daya saing internasional. Rapat kerja ini dilaksanakan sebagai agenda tahunan departemen pada tahun 2026 dengan melibatkan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM.
Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi, Prof. Mustofa. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memahami arah kebijakan nasional, khususnya dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang saat ini mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam kancah global. Menurutnya, strategi pengembangan departemen harus selaras dengan kebijakan tersebut agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target institusi.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Universitas Gadjah Mada memperoleh mandat strategis untuk menembus jajaran Top 100 Perguruan Tinggi Dunia. Target ini tidak hanya dipandang sebagai capaian simbolik, tetapi sebagai bagian dari transformasi menyeluruh dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks tersebut, FK-KMK UGM memiliki peran penting, terutama dalam peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta penguatan riset berbasis bukti.
Departemen Farmakologi dan Terapi menjadi salah satu unit yang diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tersebut. Bidang farmakologi dan terapi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam inovasi obat, penguatan evidence-based medicine, serta kajian terapi yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam rapat kerja ini, para dosen dan tenaga kependidikan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja tahun sebelumnya, sekaligus mendiskusikan strategi peningkatan publikasi internasional. Selain itu, penguatan kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas negara menjadi salah satu fokus utama, bersama dengan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset farmakologi dan terapi yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis riset dan bukti ilmiah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional guna mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




