FK-KMK UGM Mulai Studi Co-Design Pengingat Imunisasi untuk Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Nasional

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak Program Riset dan Organisasi FK-KMK UGM melaksanakan kunjungan koordinasi dalam Studi Awal Peningkatan Penerimaan Vaksin di Indonesia dengan pendekatan Co-Design Implementasi dan Pengingat Imunisasi di Provinsi Riau. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A (K) bersama tim peneliti sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengingat imunisasi guna meningkatkan cakupan vaksinasi nasional. Kunjungan koordinasi dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Pekanbaru dan Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan melibatkan otoritas kesehatan daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, serta masyarakat.

Koordinasi dilakukan secara paralel oleh dua tim untuk menjangkau karakteristik wilayah yang berbeda. Tim pertama berfokus pada wilayah urban melalui pertemuan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Diskusi difokuskan pada penyelarasan kebijakan, integrasi sistem, serta penguatan strategi implementasi di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi dan dinamika pelayanan kesehatan yang kompleks.

Sementara itu, tim kedua menyasar wilayah rural dengan mengadakan audiensi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Siak serta kunjungan lapangan ke Puskesmas Lubuk Dalam. Dalam pertemuan tersebut, tim berdialog langsung dengan tenaga kesehatan, kader, serta orang tua dan pengasuh untuk mengidentifikasi hambatan nyata dalam pelaksanaan imunisasi. Pendekatan partisipatif ini bertujuan memastikan solusi yang dirancang sesuai dengan konteks sosial dan geografis setempat.

Melalui metode Co-Design, seluruh pemangku kepentingan dilibatkan secara aktif dalam perancangan sistem pengingat imunisasi. Strategi ini menempatkan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam proses inovasi, sehingga sistem yang dihasilkan tidak hanya berbasis data, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan lapangan. Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi angka anak yang terlewat jadwal imunisasi akibat kendala akses informasi, administrasi, maupun keterbatasan infrastruktur.

Kunjungan ini menjadi pengembangan model pengingat imunisasi berbasis kolaborasi yang berpotensi direplikasi di provinsi lain. Integrasi data, penguatan literasi kesehatan, serta pemanfaatan teknologi menjadi komponen penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih adaptif dan inklusif.

Kegiatan ini sejalan denga SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya peningkatan cakupan imunisasi untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam penguatan edukasi dan literasi kesehatan kepada kader dan orang tua agar informasi imunisasi tersampaikan secara tepat. SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur diimplementasikan melalui pengembangan sistem pengingat imunisasi berbasis teknologi dan riset adaptif. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara institusi akademik, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda, Thoriq Abi Pramana, SKM, MPH.).