FK-KMK UGM Perkuat Ketangguhan Puskesmas NTB melalui Pelatihan Penyusunan Disaster Plan

FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM mendukung penguatan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen Puskesmas Disaster Plan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai bagian dari upaya memperkuat manajemen bencana dan krisis kesehatan di tingkat layanan primer. Workshop tersebut berlangsung pada 6 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 10 puskesmas serta perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota di wilayah NTB.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya sistematis yang telah dilakukan sebelumnya. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Provinsi NTB memfasilitasi 18 rumah sakit pemerintah di wilayahnya dalam penyusunan dokumen Hospital Disaster Plan, yang menghasilkan 16 dokumen perencanaan bencana rumah sakit. Melalui workshop ini, fokus penguatan diarahkan ke puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi bencana alam dan krisis kesehatan yang kerap terjadi di NTB.

Workshop Penyusunan Dokumen Puskesmas Disaster Plan dilaksanakan secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi kelompok, serta latihan penyusunan dokumen secara langsung. Peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai komponen utama perencanaan bencana di puskesmas, mulai dari analisis risiko, pengorganisasian respons darurat, pengelolaan sumber daya manusia dan logistik, hingga pengaturan alur pelayanan kesehatan pada situasi krisis. Pendekatan Hazard Vulnerability Analysis digunakan untuk membantu peserta mengenali potensi ancaman lokal dan menyusun skenario respons yang realistis sesuai karakteristik wilayah kerja masing-masing.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi Disaster Plan. Peserta mempraktikkan penyusunan struktur komando bencana di puskesmas, pembagian peran antarunit, serta mekanisme komunikasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, BPBD, dan rumah sakit rujukan. Simulasi tanggap darurat dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional, termasuk dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dasar seperti imunisasi serta pelayanan kesehatan ibu dan anak di tengah situasi darurat.

Kegiatan ditutup dengan presentasi hasil penyusunan dokumen dan sesi After Action Review untuk menilai kelengkapan serta kesiapan implementasi di lapangan. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan komitmen dalam menyusun serta menerapkan Puskesmas Disaster Plan sebagai panduan operasional ketika bencana terjadi.

Pelatihan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesiapsiagaan layanan kesehatan agar pelayanan tetap berjalan saat krisis, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem perencanaan dan manajemen bencana kesehatan yang terstruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, PKMK, dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah. (Kontributor: Vina Yulia Anhar).