FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan acara Syawalan bersama keluarga besar di Auditorium FK-KMK UGM pada Sabtu, 12 April 2025. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri dan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan civitas akademika.
Acara Syawalan 2025 dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga keluarga mereka, sehingga suasana kebersamaan begitu terasa hangat. Rangkaian acara meliputi sambutan, doa bersama, dan ramah tamah yang penuh canda tawa serta keakraban. Prof. Eti, selaku Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi, menyampaikan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga sarana menjaga harmoni. “Momentum ini mengingatkan kita semua akan pentingnya saling mendukung, baik dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih dari itu, Syawalan juga menjadi simbol nilai luhur kebangsaan dan budaya akademik yang terus dijunjung tinggi oleh UGM. Tradisi ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong, mempererat kolaborasi antarelemen kampus, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta produktif. Momen kebersamaan ini turut menghadirkan ruang refleksi bagi seluruh keluarga besar Departemen Farmakologi dan Terapi untuk semakin solid dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Pada kegiatan Syawalan 2025, keluarga besar Departemen Farmakologi dan Terapi juga meneguhkan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan , khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui terciptanya suasana harmonis yang mendukung kesejahteraan mental civitas akademika, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan ikatan silaturahmi dan kerja sama yang erat di antara keluarga besar departemen. Dengan demikian, semangat Syawalan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga wujud nyata komitmen UGM dalam membangun kehidupan akademik yang inklusif, sehat, dan kolaboratif. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




