FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi berpartisipasi dalam CSU Masterclass 2026: Holistic Approaches to Improve Outcomes of CSU Patients. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk memperbarui pengetahuan dan memperkuat kompetensi tenaga medis dalam penatalaksanaan Chronic Spontaneous Urticaria (CSU) atau urtikaria spontan kronis melalui pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti ilmiah. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Minggu, 5 Juli 2026, di Hotel Westin, Jakarta.
Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM diwakili oleh Dr. dr. Sunardi Radiono, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I. dan dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D. Dalam kegiatan ini, dr. Sri Awalia Febriana juga berperan sebagai narasumber pada sesi “Clinical Foundations of CSU: From Disease Overview to Indonesian Case Discussion – Clinical Case Discussion: Indonesia CSU Case(s) & Panel Discussion.”
Sesi tersebut membahas berbagai aspek penting dalam penatalaksanaan CSU, mulai dari pemahaman mengenai patogenesis penyakit dan evaluasi klinis hingga pemilihan strategi terapi berdasarkan bukti ilmiah terkini. Pembahasan kasus yang berasal dari Indonesia memberikan ruang bagi peserta untuk mendalami penerapan prinsip-prinsip klinis dalam menghadapi kondisi pasien yang beragam.
Diskusi panel bersama para ahli juga menjadi bagian penting dalam sesi ini. Melalui pertukaran pandangan dan pengalaman, peserta dapat memperluas pemahaman mengenai penerapan rekomendasi internasional dalam praktik klinis sehari-hari. Pembahasan tersebut sekaligus mengangkat tantangan yang dihadapi dalam penatalaksanaan CSU di Indonesia, sehingga pendekatan yang dikembangkan dapat mempertimbangkan kebutuhan pasien dan konteks pelayanan kesehatan setempat.
CSU merupakan kondisi yang memerlukan penilaian klinis dan penanganan yang tepat. Karena itu, pemahaman mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan rekomendasi terapi menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis. Pendekatan yang menyeluruh tidak hanya berfokus pada pengendalian gejala, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pasien untuk mengoptimalkan hasil penatalaksanaan.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan klinis untuk mendukung penatalaksanaan CSU dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan kedokteran berkelanjutan dan pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




