Rayakan 80 Tahun, FK-KMK UGM Perkuat Dedikasi pada Kesehatan Masyarakat

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM rayakan Puncak Peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Rumah Sakit Akademik UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, serta HUT ke-98 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada Kamis (5/3). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium FK-KMK UGM dengan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, purnakarya, perwakilan mahasiswa, dan beberapa mitra FK-KMK UGM.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K) selaku Ketua Senat FK-KMK UGM. Prof. Tri Wibawa menyampaikan bahwa 80 tahun FK-KMKK UGM berdiri patut diapresiasi dengan lahirnya prestasi dan inovasi yang luar biasa. Selain itu, Prof. Tri Wibawa menekankan bahwa kesempatan ini, perjalanan delapan dekade perlu direfleksikan sebagai langkah strategis untuk memberikan kecerdasan dan menyehatkan bangsa.

“Pada Dies Natalis FK-KMK ke-80 dan Lustrum ke-16, banyak prestasi dan inovasi yang terjadi bukan untuk menjadikan kita cukup puas, tetapi kita perlu berkembang lagi untuk lebih kompetitif dalam berkiprah di kancah internasional,” kata Prof. Tri Wibawa.

Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D., Sp.A(K) selaku Ketua Umum Dies Natalis FK-KMK ke-80 dan Lustrum ke-16. Prof. Retno menyampaikan, rangkaian kegiatan Dies Natalis dan Lustrum telah terlaksana dengan lancar. Adapun rangkaian kegiatan terdiri atas olahraga, bakti sosial, Medical Device Expo dan FGD, Family Gathering, kampanye hidup sehat, perlombaan, Annual Scientific Meeting, International Webinar, Ziarah, tirakatan dan bukber, pameran, serta temu alumni.

“Dies Natalis ini untuk kita semua dan kebahagiaan yang ada untuk semua,” kata Prof. Retno.

Berikutnya, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc. Ph.D. FRSPH turut menyampaikan Laporan Dekan FK-KMK UGM Tahun 2025. Prof. Yodi mengawali dengan sembilan mahasiswa Palestina yang berjuang mewujudkan mimpi menjadi dokter di FK-KMK UGM untuk masa depan bangsa. Prof. Yodi menegaskan bahwa ini merupakan bentuk komitmen untuk mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa serta dunia. Selain itu, Prof. Yodi juga menekankan selama tahun 2025, FK-KMK UGM telah mencapai lima tujuan strategi.

Tujuan pertama, menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan berbudi pekerti luhur, dan mampu menjadi pelopor perubahan di bidang kedokteran dan kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di FK-KMK, khususnya dari Daerah Perbatasan, Terpencil, dan Kepulauan (DTPK), dan merintis PPDS pertama di Tanah Papua. Tujuan kedua, melakukan penelitian yang unggul melalui peningkatan penelitian translasional dan pengembangan inovasi di bidang kedokteran dan kesehatan yang berkontribusi dalam penyelesaian masalah kesehatan dan menjadi rujukan nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dengan diluncurkan Yogyakarta Breast Cancer Initiative, Community Care for Metastatic Breast Cancer in Indonesia (COMMUNICATED), Navigasi Pasien Kanker (NAPAK), dan Cutting Edge Cancer Research.

Tujuan Ketiga, melaksanakan pengabdian masyarakat yang berkualitas secara berkelanjutan dan komprehensif dengan melibatkan alumni dan mitra strategis untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan. Hal ini terbukti dengan pemulihan operasional rumah sakit di Aceh Utara, penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh, mendorong pengembangan Academic Disaster Health Management di ASEAN. Tujuan Keempat, menjamin terwujudnya tata kelola yang baik untuk meningkatkan kapasitas, kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan civitas FK-KMK UGM melalui ekosistem pendukung yang dinamis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal ini terbukti dengan meningkatkan jumlah 340 doktor di tahun 2025 yang terhitung sebanyak 51 persen, akselerasi peningkatan jumlah guru besar sebanyak 9,47 persen, dan dosen dan tenaga kependidikan yang banyak memperoleh penghargaan bergengsi.

Tujuan Kelima, mewujudkan kampus sehat, aman, ramah lingkungan, berbudaya dan bertanggung jawab secara sosial. Hal ini terbukti dengan meningkatnya aksesibilitas fasilitas difabel, kegiatan Health Promoting University makin meningkat, pengembangan Museum Bio-Paleoantropologi sebagai wahana ilmu dengan capaian kunjungan 1925 di tahun 2025, serta peningkatan sarana dan pembelajaran khususnya dalam program magister dan doktor.

“Semoga hal ini tidak mengurangi apresiasi kami kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi di capaian tersebut. Hal ini merupakan hasil perjalanan panjang dari beberapa dekan sebelumnya, serta tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para pendahulu,” kata Prof. Yodi.

Acara berlanjut pada Soft-Launching Buku 80 Tahun FK-KMK UGM berjudul “Merajut Kedokteran dan Kesehatan Kerakyatan: Kontribusi Sosial dan Intelektual untuk Bangsa”. Buku ini merupakan jejak perjalanan, pemikiran, dan penanda sebuah peradaban.  Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D, turut menyampaikan sambutan dengan menekankan bahwa di usia 80 tahun ini, FK-KMK UGM telah menunjukkan kelas dengan berbagai kiprah dan karya baik di nasional maupun internasional. Selain itu, Prof Ova menekankan bahwa, FK-KMK UGM telah menjadi aktor yang mempionirkan pengembangan kecerdasan dan pendidikan kesehatan di setiap masanya.

“Semua prestasi ini terwujud karena kerja sama kita untuk bersaing secara kompetitif di kanca nasional dan internasional. Disitulah harapan dari pengembangan institusi baik UGM dan FK-KMK UGM tercapai,” kata Prof. Ova.

Walikota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) juga menyampaikan pidato bahwa beragam jejak keilmuan dan nilai-nilai kerakyatan yang didapatkan dari FK-KMK UGM telah membekas dalam membentuk karakter hidupnya.“Pada Dies FK-KMK ke-80, saya berharap semoga FK-KMK UGM dapat melahirkan tokoh-tokoh yang berdampak hingga ke kancah Internasional,” kata dr. Hasto.

Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan memberikan penghargaan kepada guru besar baru dan penghargaan purnakarya kepada civitas akademika yang telah berjasa di lingkup FK-KMK UGM. Acara ini ditutup dengan peresmian PPDS Simulation Center sebagai komitmen untuk mendukung terciptanya kualitas pendidikan dari program dokter spesialis.

Puncak Dies FK-KMK UGM ini turut mendukung komitmen pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan komitmen kontribusi kesehatan yang meluas dan berkeadilan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan komitmen peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan mahasiswa di FK-KMK UGM; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh dengan menekankan komitmen pengembangan institusi secara berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama nasional maupun kemitraan global untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (Reporter/Tedy).