Ratchaphruek Hospital, Model Rumah Sakit Berkonsep Healing Environment di Thailand

FK-KMK UGM. Ratchaphruek Hospital di Provinsi Khon Kaen, Thailand, menjadi sorotan sebagai model rumah sakit dengan konsep “Healing Environment Hospital” yang mengedepankan kesejahteraan pasien, keluarga, serta tenaga medisnya. Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1994 dengan kapasitas awal 50 tempat tidur sebelum akhirnya dikembangkan menjadi 200 tempat tidur pada tahun 2018. Dengan filosofi utama healing is crucial as curing, Ratchaphruek Hospital tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga aspek psikologis dan lingkungan dalam proses penyembuhan pasien.

Pendiri Ratchaphruek Hospital, Dr. Teerawat Shinakarin, bersama timnya telah mengembangkan layanan kesehatan berbasis empati selama lebih dari 30 tahun. Rumah sakit ini mengusung tiga prinsip utama, yaitu (1) pasien adalah manusia, bukan sekadar pasien; (2) penyembuhan sama pentingnya dengan pengobatan; dan (3) tenaga medis bukan sekadar sumber daya, tetapi individu yang memiliki kebutuhan dan kesejahteraan yang harus diperhatikan. Dengan konsep ini, Ratchaphruek Hospital menjadi rumah sakit swasta dengan pangsa pasar terbesar di Khon Kaen, meskipun bukan yang berpendapatan tertinggi.

Sebagai rumah sakit swasta for-profit, Ratchaphruek Hospital menerapkan model bisnis inklusif yang menyeimbangkan aspek kemanusiaan dan profitabilitas. Biaya layanan kesehatan di rumah sakit ini lebih rendah dibandingkan rumah sakit swasta lain di wilayah Khon Kaen, dengan pendekatan interpersonal healing relationship antara dokter dan pasien. Dalam proses perekrutan tenaga medis, manajemen rumah sakit menekankan pentingnya empati, keterampilan komunikasi, serta kemampuan memahami kebutuhan pasien dan keluarga.

Konsep healing environment diterapkan melalui desain rumah sakit yang mendukung proses penyembuhan alami. Ratchaphruek Hospital memiliki area hijau luas, roof garden, ventilasi udara yang optimal, serta ruang interaksi bagi pasien dan tenaga medis. Di ruang rawat anak, tempat tidur dirancang agar dapat menampung pasien dan orang tua untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Sementara itu, ruang ICU dirancang dengan akses pemandangan hijau guna mengurangi stres pasien.

Dalam aspek pemerataan akses kesehatan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Ratchaphruek Hospital turut melayani pasien dari berbagai latar belakang ekonomi. Rumah sakit ini menerima pasien darurat dengan asuransi kesehatan pemerintah Thailand bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, masyarakat dengan asuransi swasta atau sistem pembayaran pribadi (out of pocket) tetap dapat mengakses layanan premium sesuai kebutuhannya. Pendekatan ini menjadikan Ratchaphruek Hospital sebagai institusi yang berperan dalam mendukung sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif.

Konsep rumah sakit yang ramah pasien dan berbasis lingkungan penyembuhan di Ratchaphruek Hospital dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan yang lebih humanis, rumah sakit di Indonesia dapat meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pasien. Selain itu, inisiatif ini juga sejalan dengan agenda transformasi kesehatan di Indonesia, terutama dalam memperkuat layanan primer dan meningkatkan kesejahteraan tenaga medis, sehinggah sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sebagai salah satu contoh rumah sakit yang berhasil menerapkan konsep keseimbangan antara healing dan curing, Ratchaphruek Hospital menunjukkan bahwa layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung kesejahteraan semua pihak yang terlibat. Dengan pendekatan ini, harapan untuk membangun rumah sakit yang lebih manusiawi dan berorientasi pada penyembuhan holistik di Indonesia semakin terbuka lebar. (Kontributor: Elisabeth Listyani).