Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Meluncurkan Platform WikiTropica dan HITIHE

FK-KMK UGM. Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM bersama 12 Institusi global lainnya meluncurkan platform Wikitropica dan HITIHE pada Kamis (7/9) di Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta.

Sejak pandemi Covid-19, banyak perubahan terjadi di semua sektor, termasuk pendidikan. Kondisi ini mendorong akademisi untuk berpikir lebih keras supaya bisa memberikan pendidikan yang maksimal bagi seluruh peserta didik.

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM mengatakan bahwa masa depan pendidikan kesehatan sangat terbuka dengan adanya perkembangan teknologi. “Kolaborasi kita dalam mengembangkan open access platform  tidak hanya sekadar membuat website edukasi. Lebih dari itu, open access platform ini bisa dimanfaatkan sebagai wadah kolaborasi dan bertukar ilmu pengetahuan antar mahasiswa, dosen, maupun peneliti,” tambahnya.

Principle Investigator HITIHE UGM, Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes., Ph.D mengungkapkan bahwa UGM memiliki komitmen untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan maksimal. “Salah satunya melalui pengembangan WikiTropica dan HITIHE yang dapat memberikan banyak manfaat bagi pendidikan perguruan tinggi,” jelasnya.

Universitas Gadjah Mada memainkan peranan penting dalam konsorsium dibalik WikiTropica. Para akademisi dan klinisi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, berkolaborasi untuk menyusun materi pembelajaran daring yang komprehensif dan merefleksikan situasi di Indonesia.

WikiTropica merupakan bagian dari proyek HITIHE, yaitu jejaring kolaboratif profesional di bidang kesehatan yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Asia Tenggara. HITIHE adalah kolaborasi antara Belgia (The Institute of Tropical Medicine-ITM), Kamboja (Institute of Technology Cambodia, University of Health Sciences, National Institute of Public Health), Indonesia (Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sebelas Maret), Spanyol (Sant Joan de Déu, Vall d’Hebron, ISGLOBAL), dan Belanda (Universitas Maastricht). Proyek ini telah terlaksana berkat dukungan Program Erasmus+ Uni Eropa dan Direktorat Jenderal untuk Kerja Sama Pembangunan dan Bantuan Kemanusiaan (DGD) dari Pemerintah Belgia. (Nirwana/Reporter)