Penanganan Long Covid Pada Lansia

FK-KMK UGM. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultas Paru FK-KMK UGM, dr. Ika Trisnawati, Sp.PD(KP) memberikan penjelasan apa yang dimaksud dengan long covid-19. Hal tersebut disampaikannya pada diskusi bertema“Long COVID pada Lansia: Penangan Secara Holistik dan Integratif” melalui kanal YouTube INAHEALTH, Minggu (10/10). Dokter Ika menjelaskan, istilah long covid juga dikenal sebagai Post-Acute COVID syndrome atau Persistence Post-COVID.

Long covid adalah suatu gejala yang dialami pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh atau hasil swab negatif. Gejala yang paling sering muncul adalah kelelahan, gejala pernafasan dan jantung juga gejala persyarafan. Gejala tersebut dapat muncul selama beberapa minggu sampai beberapa bulan “, ungkapnya.

Dokter Ika juga mengungkapkan bahwa untuk penatalaksanaan long covid-19 memerlukan konsultasi dengan dokter dari multidisiplin ilmu. Selain itu untuk proses rehabilitasi dapat dilakukan olahraga secara bertahap selama empat sampai enam minggu selama lima sampai sepuluh menit setiap hari dan diimbangi dengan konsumsi makanan sehat seimbang.

Selanjutnya adalah Dr. dr. Probosuseno Sp. PD-KGer, S.E, M.M yang menyampaikan materi mengenai long covid terkhusus pada Lansia. Beliau menyampaikan bahwa yang menambah kefatalan pasien covid pada lansia karena memiliki komorbid seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal dan kegemukan.

“Seorang lansia yang terkonfirmasi covid-19 ternyata dampak buruknya banyak, seperti terjadi kekacauan pada fungsi kognitifnya dan neurologisnya. Menjadi lebih gampang lupa, gangguan kesehatan jiwa seperti depresi, kecemasan, susah tidur juga sering muncul”, jelas dr. Probosuseno.

Beliau juga menyampaikan bahwa untuk mengurangi efek long covid-19 pada lansia ada beberapa cara yaitu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, selain itu tidak lupa untuk selalu berdoa disetiap kesempatan. Olahraga ringan setiap hari yang diimbangi dengan makan minum yang bergizi seimbang juga menjadi kunci penting.

Diskusi ini juga menghadirkan dokter spesialis rehabilitasi medis, dr. Hj. Pujiatun, Sp. KFR dan seorang psikolog klinis, Aprilya Dewi Kartika Sari SPsi, MPsi, SThl yang dimoderatori oleh dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes, Sp.KK(K), Ph.D. (Yuga/Reporter)

X