Pemantauan dan Pengukuran Timbunan Sampah Makanan sebagai Upaya Pengelolaan Food Waste di FK-KMK UGM Tahun 2025

FK-KMK UGM. Unit Sarana dan Prasarana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) sepanjang Tahun 2025 rutin melaksanakan kegiatan pemantauan timbulan sampah makanan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan oleh tim kebersihan yang bertugas sesuai jadwal dan mencakup tahapan pengumpulan, pemilahan, serta penimbangan sampah. Pelaksanaan kegiatan secara berkala bertujuan memperoleh data kuantitatif mengenai timbulan sampah makanan yang dihasilkan di lingkungan FK-KMK UGM.

Tahap awal kegiatan dilakukan melalui pengumpulan sampah organik dan sisa makanan yang berasal dari aktivitas sehari-hari di lingkungan FK-KMK UGM. Sampah yang terkumpul selanjutnya dipilah untuk memisahkan sampah organik/sisa makanan dari kategori sampah lainnya, seperti sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang dan residu. Pemilahan dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa sampah makanan yang akan diukur telah teridentifikasi dengan baik sehingga data yang diperoleh dapat menggambarkan timbulan sampah makanan secara lebih akurat.

Setelah proses pemilahan, sampah makanan ditimbang menggunakan timbangan sampah digital oleh tim kebersihan. Penggunaan timbangan digital memungkinkan proses pengukuran dilakukan secara lebih terukur dan konsisten, sementara hasil penimbangan dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari pemantauan timbulan sampah makanan di lingkungan FK-KMK UGM.

Berdasarkan hasil pencatatan selama periode pengukuran tahun 2025, total timbulan sampah makanan yang terukur mencapai 321 kg, dengan rata-rata 26,75 kg per bulan. Jumlah sampah yang didaur ulang selama satu tahun adalah 2232.7 kg dan jumlah sampah yang dikirim ke TPA selama satu tahun adalah 7201.24 kg. Data tersebut memberikan gambaran kuantitatif mengenai volume sampah makanan yang dihasilkan selama periode pemantauan. Dokumentasi kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan penimbangan menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan data yang dapat ditelusuri dan digunakan untuk mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah makanan secara berkala.

Hasil pengukuran tersebut selanjutnya menjadi dasar pemantauan dan evaluasi pengelolaan sampah makanan di FK-KMK UGM, khususnya dalam mengidentifikasi peluang pengurangan food waste dari sumbernya. Ketersediaan data timbulan yang diperoleh secara rutin dapat mendukung penyusunan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk upaya pengurangan timbulan sampah makanan, peningkatan pemilahan dari sumber, dan optimalisasi pengelolaan sampah organik. Dengan demikian, kegiatan pengukuran timbulan sampah makanan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kuantitatif, tetapi juga sebagai instrumen evaluasi untuk mendukung penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan FK-KMK UGM.

Pemantauan dan pengukuran timbunan sampah makanan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG Nomor 3: Hidup Sehat dan Sejahtera dengan menciptakan lingkungan FK-KMK UGM yang bersih melalui pengelolaan sampah yang baik, SDG Nomor 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dengan mengurangi dampak lingkungan melalui peningkatan pengelolaan sampah, SDG Nomor 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali serta SDG Nomor 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengurangan sampah organik dari sumbernya sehingga membantu menekan dampak lingkungan yang timbul dari pengelolaan dan pembuangan sampah. (Kontributor: Guntari M.)