Kanker termasuk dalam tiga penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di Indonesia. Selain itu, kanker juga menyedot dana BPJS secara signifikan dan menjadi beban ekonomi dan sosial bagi keluarga pasien kanker. Upaya penanganan dan pencegahannya terus dilakukan, namun masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan. Kompleksnya masalah yang terkait dengan kanker, mendorong pentingnya kolaborasi dan sinergi berbagai sektor (multiheliks) untuk mengatasinya. Meskipun banyak direkomendasikan, namun implementasi koordinasi dan sinergi untuk pengendalaian kanker tak semudah mengucapkannya.
Koordinasi, kolaborasi dan sinergi lintas sektor untuk pengendalian kanker atau untuk mencapai Indonesia sehat secara umum perlu dimulai dari shared goal hingga berujung pada shared recognition. Kolaborasi semestinya berawal dari kesamaan visi. Oleh karenanya, menetapkan tujuan bersama (shared goal) menjadi tahapan penting dalam membangun kolaborasi tersebut. Selain itu, mendefinisikan peran dan kontribusi masing-masing pihak juga tak boleh dilupakan. Pendefinisian peran dan kontribusi yang jelas dari masing-masing pihak akan membuka peluang terjadinya sinergi. Tentunya, peran dan kontribusi tadi akan diarahkan pada shared goal yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, kesamaan persepsi dan sikap saling percaya menjadi unsur penguat kolaborasi dan sinergi tersebut. Sikap saling percaya akan membawa pada keterbukaan yang semakin memudahkan kolaborasi dan sinergi dilakukan. Masing-masing pihak dapat menyampaikan sumberdaya yang dimilikinya dan kesiapan berkontribusi untuk mendukung share goal yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, kolaborasi dan sinergi tak hanya menjadi slogan, namun benar-benar menjadi aksi yang membumi. Selanjutnya, kolaborasi dan sinergi multiheliks tersebut menjadi katalisator dalam mengendalikan kanker dan untuk mencapai Indonesia sehat.