Mengenal Manipulasi Genetik dan Etika Penggunaannya

FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM melaksanakan Raboan Expert Lecture pada Rabu (24/5) melalui zoom meeting. Prof. Benjamin Gregg dari University of Texas at Austin hadir menjadi narasumber dalam Raboan kali ini.

Prof. Gregg adalah seorang ahli dalam bidang epigenetik. Dalam kesempatan ini, dirinya memberikan paparan mengenai “Moral and Legal Guidelines for the Genetic Editing of Individuals”.

Prof. Gregg menjelaskan bahwa genetic editing (manipulasi genetik) adalah perubahan materi genetik organisme hidup dengan memasukkan, mengganti, atau menghapus sekuens DNA. Ada beberapa permasalahan yang sering muncul dalam manipulasi genetik terkait dengan moral dan pedoman hukum yang berlaku.

“Sering muncul pertanyaan: Dapatkah manipulasi genetik benar-benar membebaskan manusia dari penyakit genetik? Apakah orang tua memiliki hak untuk menentukan warisan genetik terbaik untuk anak-anak mereka di masa depan? Apakah seseorang di masa depan memiliki hak untuk bebas dari perubahan genetik?” ungkap Prof. Gregg.

Prof. Gregg mengungkapkan bahwa manipulasi genetik dibenarkan hanya jika mempertimbangkan bagaimana modifikasi genetik yang akan membantu kepentingan orang masa depan. Dirinya juga menambahkan bahwa kepentingan dan kesejahteraan individu di masa depan butuh kesadaran tanggung jawab dari generasi sekarang terhadap generasi selanjutnya.

Melalui seminar ini, diskusi tentang manipulasi genetik membuka ruang untuk mempertimbangkan aspek etika yang kompleks dalam pengembangan teknologi medis. Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 Pendidkan Berkualitas dengan meningkatkan akses terhadap pendidikan, mempromosikan pendidikan etika, dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan dan bioetika. (Nirwana/Reporter:Toni/Editor).

Berita Terbaru