Mengenal Hepatitis

FK-KMK UGM. Hepatitis atau disebut juga dengan peradangan hati disebabkan oleh penyakit infeksi maupun noninfeksi. Hepatitis sudah lama ada disekitar masyarakat, namun belakangan ramai karena world health organization (WHO) melaporkan pada bulan April 2022, di Inggris Raya ditemukan kasus hepatitis akut atau disebut acute of hepatitis unknown of origin. Hal ini disampaikan Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.AK dalam bincang-bincang RAISA Radio, Senin (25/7) secara daring.

Di Negara maju, kasus hepatitis selalu dilakukan pemeriksaan tes. Hasil tes menyebutkan bahwa penyebab kasus hepatitis bukan karena virus atau penyakit yang biasanya menjadi penyebab terbanyak hepatitis akut pada anak usia dibawah 16 tahun.

Menurut dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, respon Indonesia dalam peningkatan kasus hepatitis di negara lain, meningkatkan awareness dan kewaspadaan terhadap potensi dalam menyebabkan endemic atau pandemic. Sehingga tenaga kesehatan merespon dan melakukan investigasi pada pasien yang datang dalam kondisi demam, mual dan muntah.

Lebih lanjut dokter Ida menyampaikan bahwa hepatitis disebabkan oleh penyakit infeksi maupun non infeksi. Hepatitis yang disebabkan oleh penyakit infeksi seperti infeksi virus (hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, atau hepatitis E) maupun virus dengue, atau bakteri seperti tipes. Patogen lainnya misalnya parasit berupa malaria maupun infeksi jamur. Sedangkan hepatitis yang disebabkan oleh penyakit noninfeksi adalah auto imun atau obat-obatan yang menyebabkan terjadi peradangan hati.

Bergabung juga dalam acara bincang-bincang RAISA Radio dr. Cahya Dewi Satria, M.Kes., Sp.A(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK sebagai moderator. (Dian/IRO)

X