Membangun Keperawatan Onkologi Berbasis Empati dan Pendidikan Bermartabat

Di tengah dinamika perkembangan ilmu kesehatan dan meningkatnya beban penyakit kanker di Indonesia, nama Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes. berdiri sebagai salah satu figur penting yang memperjuangkan penguatan keperawatan onkologi berbasis ilmu pengetahuan, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai akademisi, peneliti, sekaligus praktisi yang berdedikasi, beliau menempatkan pelayanan keperawatan onkologi bukan sekadar praktik klinis, melainkan profesi yang menuntut komitmen moral, kepekaan rasa, serta pendidikan yang bermartabat.

Mengembangkan Keperawatan Onkologi yang Berpusat pada Pasien

Kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga perjalanan emosional dan psikososial yang panjang bagi pasien dan keluarga. Melalui penelitian-penelitian yang beliau lakukan, Prof. Christantie menegaskan bahwa perawat memiliki posisi krusial dalam mendampingi proses tersebut. Peran perawat, menurutnya, bukan hanya memberikan intervensi klinis, tetapi juga menghadirkan kehadiran yang menenangkan dan memberi harapan. Selama bertahun-tahun, beliau aktif mendorong penguatan keperawatan onkologi melalui pengembangan model pelayanan, peningkatan kompetensi perawat, serta integrasi pendekatan holistik. Baginya, keperawatan onkologi adalah ladang karya kemanusiaan, tempat ilmu dan empati harus berjalan seiring.

Pendidikan Bermartabat: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Lewat Keteladanan

Sebagai pendidik di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Christantie menghidupkan konsep pendidikan bermartabat. Bagi beliau, pendidikan bukan sebatas transfer pengetahuan dan ilmu saja, tetapi proses penumbuhan karakter, integritas, dan kemanusiaan lebih ditekankan kepada peserta didiknya.

Beliau menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang menghargai martabat setiap mahasiswa. Keberhasilan pendidikan, menurutnya, tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi dari kemampuan lulusan untuk menjadi tenaga kesehatan yang peka, beretika, dan mampu memberikan pelayanan terbaik di tengah kerentanan pasien.

Dalam berbagai kesempatan, Prof. Christantie selalu mengingatkan bahwa seorang perawat harus belajar sepanjang hayat (lifelong learner). Dunia kesehatan terus berubah, dan profesi keperawatan harus siap bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya.

Jejak Dedikasi dalam Penelitian dan Pengabdian

Rekam jejak beliau di bidang penelitian mencakup berbagai kajian mengenai pengalaman pasien kanker, dukungan psikososial, kualitas hidup, serta intervensi keperawatan berbasis bukti. Melalui karya ilmiah dan aktivitas pengabdian masyarakat, Prof. Christantie berupaya memperluas dampak keilmuannya agar dapat dirasakan secara nyata oleh pasien dan keluarga.

Model-model pendampingan pasien kanker yang beliau kembangkan telah menginspirasi banyak tenaga kesehatan dan institusi. Beliau percaya bahwa pelayanan kesehatan yang baik harus mampu memberdayakan pasien, memampukan keluarga, dan mendukung tenaga medis melalui pendekatan sistemik yang terstruktur.

Figur yang Menginspirasi Generasi Muda Keperawatan

Di lingkungan akademik, Prof. Christantie dikenal sebagai sosok yang rendah hati, disiplin, dan peduli kepada mahasiswa. Beliau tidak sekadar mengajar, tetapi membimbing, mengarahkan dan mernahke mahasiswa untuk memahami bahwa peran mereka sebagai perawat kelak berkaitan langsung dengan kehidupan seseorang.

Sikap keteladanan inilah yang menjadikannya panutan bagi banyak generasi perawat. Di kelas, ruang klinik, maupun forum ilmiah, kehadiran beliau selalu menguatkan pentingnya menjaga integritas profesi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Menguatkan Masa Depan Keperawatan Onkologi Indonesia

Dalam era kesehatan modern, tantangan kanker semakin kompleks. Namun melalui upaya berkelanjutan yang dilakukan Prof. Christantie, keperawatan onkologi di Indonesia terus bergerak menuju standar yang lebih baik, lebih ilmiah, lebih humanis, dan lebih bermartabat.

Kontribusinya tidak sekadar membentuk pemahaman baru tentang peran perawat dalam penanganan kanker, tetapi juga meletakkan dasar bagi generasi tenaga kesehatan yang siap menjalankan profesinya dengan hati nurani dan keunggulan intelektual.

Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes. adalah bukti bahwa pendidikan bermartabat dapat melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga luhur dalam pelayanan. Melalui dedikasi dan visinya, beliau terus menjadi cahaya bagi perkembangan keperawatan onkologi dan inspirasi bagi dunia pendidikan keperawatan di Indonesia. (Penulis: Maniso. Editor: Yoyo Suhoyo)