Mahasiswa Magister Kebidanan FK-KMK UGM Kembangkan Inovasi untuk Kesehatan Ibu dan Anak

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kebidanan menyelenggarakan proses pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, inovasi, dan karya ilmiah di bidang kesehatan ibu dan anak melalui keterlibatan dalam berbagai forum ilmiah, pelatihan publikasi, serta ajang inovasi penelitian. Salah satu mengikuti International Postgraduate Symposium (IPGS) pada 23 Agustus 2026.

Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi akademik dan profesional. Pembelajaran di tingkat magister tidak hanya diarahkan pada pemahaman teori dan konsep kebidanan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu membaca persoalan kesehatan, menelaah bukti ilmiah, menyusun gagasan, serta mengomunikasikannya dalam forum akademik. Dari proses tersebut, lahir sejumlah karya yang mengangkat isu kesehatan ibu dan anak dari sudut pandang yang beragam.

Salah satunya adalah karya berjudul “Smart Kader: Inovasi Media Edukasi Digital sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kompetensi Kader dalam Pencegahan Stunting” yang dikembangkan oleh An Ilmannafi’a Azhar dan Ummi Rosyidatur Rohmana. Karya tersebut diikutsertakan dalam Pelatihan Penulisan Publikasi Pengabdian Masyarakat (KNPPM) ke-4 Tahun 2026.Melalui gagasan Smart Kader, mahasiswa menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Media edukasi digital dikembangkan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu kader memperoleh dan menyampaikan informasi kesehatan secara lebih mudah, sistematis, serta aplikatif.

Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya mahasiswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Kader memiliki posisi penting dalam kegiatan promotif dan preventif karena berperan dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan serta menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun edukasi kesehatan di tingkat masyarakat.

Pengalaman akademik mahasiswa Magister Kebidanan FK-KMK UGM juga terlihat dalam International Postgraduate Symposium yang berlangsung pada 23 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Nabilah Jihan Khumaira, Naura Syahida Masyitoh, Qurrata Aini Hanifah, dan Sinta Nuriah mempresentasikan poster ilmiah berjudul “PaKSu-KIT: A Husband Birth Companion Toolkit for Early Detection of Postpartum Depression.”

arya PaKSu-KIT dikembangkan sebagai toolkit yang menempatkan suami sebagai bagian dari pendampingan ibu sekaligus mendukung deteksi dini depresi pascapersalinan. Berdasarkan karya yang dipresentasikan, pengembangan toolkit dilakukan melalui sintesis bukti dari delapan studi dan mengintegrasikan sejumlah komponen, yaitu pre-screening checklist, educational leaflet, instruction sheet untuk suami, serta scheduled follow-up.

Pendekatan tersebut memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan mental ibu setelah melahirkan. Materi yang dikembangkan mencakup faktor risiko, tanda dan gejala, strategi dukungan suami, serta panduan mengenai kondisi yang memerlukan bantuan profesional. Pendampingan juga diarahkan pada kemampuan suami melakukan observasi, memberikan dukungan emosional, dan mengikuti proses tindak lanjut secara terjadwal.

Pengembangan PaKSu-KIT didasarkan pada sintesis berbagai jenis penelitian, antara lain randomized controlled trials, studi cross-sectional, mixed-method, dan systematic review dari beberapa negara. Berbagai bukti tersebut kemudian digunakan untuk menyusun pendekatan yang menggabungkan edukasi, pendampingan, skrining, dan tindak lanjut.

Sebelumnya, mahasiswa Magister Kebidanan FK-KMK UGM juga berpartisipasi dalam Health Research Innovation Expo (HRIE) yang diselenggarakan pada Jumat, 25 September 2025. Dalam kegiatan tersebut, Qurrata Aini Hanifah dan Oktaviana Dewita mengangkat karya berjudul “Penguatan Kapasitas Bidan dan Ibu Hamil Menuju Bunda Ceria (CEk antRopometri, nutrIsi, dan analisA genetik).”

Karya Bunda Ceria membawa gagasan mengenai penguatan kapasitas bidan dan ibu hamil melalui pendekatan yang memadukan aspek antropometri, nutrisi, dan analisis genetik. Gagasan tersebut menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap kebutuhan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung kesehatan ibu dan kehamilan.

Ketiga karya tersebut memperlihatkan keberagaman isu yang menjadi perhatian mahasiswa Magister Kebidanan FK-KMK UGM. Smart Kader menitikberatkan pada penguatan kompetensi kader untuk mendukung pencegahan stunting, PaKSu-KIT mengangkat keterlibatan suami dalam mendukung kesehatan mental ibu, sedangkan Bunda Ceria berfokus pada penguatan kapasitas bidan dan ibu hamil melalui pendekatan yang memadukan beberapa aspek kesehatan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan gagasan yang mendukung pencegahan stunting, kesehatan mental ibu, serta kesehatan maternal. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan, menelaah, dan mengomunikasikan karya berbasis bukti. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum ilmiah dan pengembangan gagasan yang dapat menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. (Kontributor: titin).