Mahasiswa Giatkan Siaga Kesehatan di Desa Wisata

FK-KMK UGM. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Periode I tahun 2022 mengadakan acara Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Minggu (27/3) di Balai Desa Wisata Ngoro-oro, salah satu desa mitra KKN-PPM UGM yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul,

Yogyakarta. Acara pelatihan yang didukung oleh FK-KMK UGM inibertujuan untuk melatih kelompok sadar wisata (POKDARWIS) di Ngoro-oro untuk melakukan pertolongan pertama apabila nantinya ada wisatawan yang membutuhkan di lokasi wisata.

Salah satu mahasiswi KKN-PPM UGM periode I unit Patuk, Amira Maitsa Pratomo, berinisiatif untuk melakukan pengadaan kotak-kotak P3K dengan dukungan FK-KMK UGM. Kotak P3K tersebut didistribusikan ke berbagai destinasi wisata di Ngoro-oro seperti Jurug Gedhe, Lambe Pereng, dan Warung Pinggir Sawah Mbendo. Isi dari kotak P3K ini dipastikan memenuhi kebutuhan dasar untuk pertolongan pertama. Diharapkan dengan disediakannya kotak P3K ini dapat memastikan keselamatan wisatawan saat ada keadaan darurat.

Selain itu, Amira dan anggota KKN Ngoro-oro lainnya yang merupakan mahasiswa FK-KMK UGM juga melakukan pelatihan penanganan luka dan perdarahan serta pelatihan bantuan hidup dasar. Pelatihan ini terdiri dari sesi penyuluhan dan juga sesi praktik. Kegiatan pelatihan pertolongan pertama ini belum pernah diadakan sebelumnya pada POKDARWIS Ngoro-oro. Tersedianya berbagai alat peraga membuat peserta edukasi antusias dan mereka juga tertarik untuk mencoba satu-satu. Sesi pelatihan yang awalnya dijadwalkan satu jam menjadi terlaksana selama tiga jam karena antusiasme anggota POKDARWIS yang hadir.

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda mahasiswa KKN-PPM UGM yang diterjunkan, Jumat (11/3). Beberapa tahun terakhir, warga desa Ngoro-oro berusaha mengembangkan daerahnya menjadi desa wisata. Ngoro-oro memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat berpotensi seperti air terjun Jurug Gedhe, Tebing Batik, Lembah Menara, Lambe Pereng, dan Warung Pinggir Sawah Mbendo. Namun, destinasi-destinasi wisata ini belum dikembangkan sesuai dengan potensinya karena keterbatasan-keterbatasan yang ada.

Sebagai contoh, destinasi-destinasi wisata ini belum mengembangkan sosial media dan juga belum bisa melakukan pembayaran secara cashless. Bahkan, beberapa destinasi wisata ini juga belum memiliki kotak P3K dan SOP Bencana. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-PPM UGM unit Patuk di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. menfokuskan program kerja mereka untuk optimalisasi destinasi wisata di Ngoro-oro.

Tim berharap dengan diadakannya berbagai program kerja yang telah selesai dilaksanakan oleh KKN-PPM UGM di wilayah ini, Desa Ngoro-oro bisa menjadi daerah tujuan wisata yang tidak hanya indah namun juga mengedepankan keselamatan bagi pengunjungnya (Deas Makalingga Emiri/Kontributor; Foto: dok. Pribadi).

X