Mahasiswa FK-KMK UGM Teliti Potensi Lactobacillus rhamnosus sebagai Terapi Alternatif HPV

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada meluluskan mahasiswa Program Studi Doktor, dr. Devi Artami Susetiati, M.Sc., Sp. D.V.E., Subsp.Ven, dengan predikat Cumlaude sebagai Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Dalam ujian terbuka di Auditorium FK-KMK UGM pada Senin, (16/12). dr. Devi memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Potensi Supernatan Lactobacillus rhamnosus sebagai Terapi Alternatif Infeksi HPV, Uji Invitro”.

Penelitian yang dilakukan oleh dr. Devi berfokus pada potensi Lactobacillus rhamnosus sebagai terapi alternatif infeksi Human Papilloma Virus (HPV) penyebab kanker serviks. dr. Devi menggunakan galur sel HeLa dan CaSki sebagai model kanker serviks yang masing-masing merepresentasikan infeksi HPV tipe 18 dan HPV tipe 16. HPV tipe 16 dan 18 diketahui berkontribusi terhadap sekitar 73 persen kasus kanker serviks global.

“Saya mengajukan supernatan Lactobacillus rhamnosus ini menjadi terapi alternatif supaya ke depan kita tidak perlu lagi menggunakan terapi-terapi yang sifatnya destruktif, karena biasanya akan menyisakan luka, terutama pada kasus kutil kelamin yang dapat meninggalkan luka pada kulit pasien. Apabila memakai terapi ini, secara kasat mata tidak terjadi destruksi ulkus, tetapi terapi ini akan menginaktivasi gen-gen papillomavirus, sehingga harapan kami obat ini dapat menjadi terapi alternatif.”

Kedua tipe ini mengekspresikan gen onkogen E6 dan E7 yang menghasilkan onkoprotein virus. Onkoprotein E6 berperan dalam menginaktivasi protein supresor tumor p53 sehingga menghambat jalur apoptosis, sedangkan onkoprotein E7 berikatan dengan protein retinoblastoma (pRB) dan menyebabkan pelepasan faktor transkripsi E2F yang memicu proliferasi sel tidak terkontrol. Selama ini, terapi HPV dengan agen kemoterapi 5-Fluorouracil (5-FU) masih memiliki keterbatasan dan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek sitotoksik supernatan Lactobacillus rhamnosus (S.LCR), 5-FU, serta kombinasi keduanya terhadap viabilitas sel, ekspresi gen E6 dan E7, serta ekspresi protein p53 dan E2F. Metode yang digunakan meliputi uji MTT untuk menilai sitotoksisitas, RT-PCR untuk analisis ekspresi gen, serta imunositokimia untuk mengevaluasi ekspresi protein terkait mekanisme kanker.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa S.LCR 60 persen v/v dan 5-FU 10 μg/mL secara signifikan menurunkan viabilitas sel HeLa dan CaSki dibandingkan kelompok kontrol. Pada sel HeLa, S.LCR terbukti menurunkan ekspresi gen E6 dan E7, menurunkan ekspresi protein E2F bebas, serta meningkatkan ekspresi p53 secara bermakna. Temuan serupa juga terlihat pada perlakuan 5-FU. Sementara itu, pada sel CaSki, S.LCR meningkatkan ekspresi p53 dan menurunkan ekspresi E2F, meskipun perubahan ekspresi gen E6 dan E7 tidak signifikan. Kombinasi S.LCR dan 5-FU tidak menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan pemberian tunggal.

Penelitian yang dilaksanakan oleh dr. Devi menunjukkan bahwa supernatan Lactobacillus rhamnosus berpotensi dikembangkan sebagai terapi alternatif HPV. Mekanisme penghambatan pertumbuhan sel kanker pada sel HeLa berlangsung melalui jalur E6–p53 dan E7–E2F yang berperan dalam regulasi apoptosis dan siklus sel, sementara pada sel CaSki mekanisme penghambatan terjadi secara independen terhadap ekspresi E6 dan E7. Temuan ini memperkuat peran riset dasar FK-KMK UGM dalam pengembangan terapi kanker serviks berbasis mikrobioma.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan alternatif terapi kanker serviks yang lebih aman dan efektif, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penguatan riset dan pembelajaran berbasis bukti ilmiah di lingkungan akademik, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui dorongan inovasi riset biomedik yang berpotensi dikembangkan ke arah aplikasi klinis di masa mendatang. (Humas/Sitam).