Mahasiswa FK-KMK UGM Raih Juara Umum pada Kompetisi Parasitologi Internasional IPQOC 2026

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran berpartisipasi dalam 9th Intervarsity Parasitology Quiz & Oratorical Competition (IPQOC) 2026 dan berhasil meraih gelar Juara Umum dalam keikutsertaan perdananya di kompetisi parasitologi tingkat internasional. Kompetisi yang berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Dewan Jemerlang, Fakultas Kedokteran Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, ini diikuti oleh 15 tim dari Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Tim FK-KMK UGM yang terdiri atas Arjuna Danan Jaya I Made, Evan Emmanuel Yabes, dan Muhammad Alvin berhasil menempati posisi tertinggi, disusul Universiti Malaya sebagai Juara 2 dan Universitas Sumatera Utara sebagai Juara 3.

Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji pengetahuan, ketepatan berpikir, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan menyampaikan gagasan di bidang parasitologi. Dari 15 tim peserta, hanya lima tim terbaik yang berhak melaju ke babak final. Sementara itu, tim FK-KMK UGM lainnya yang beranggotakan Ganang Fattahuddien Attar, Malika Syaharani, dan Rani Mutiara menempati peringkat keenam, hanya terpaut satu posisi dari batas kelolosan ke final.

Keikutsertaan dua tim tersebut diawali dengan proses seleksi internal sebelum peserta terpilih diberangkatkan ke Malaysia. Persiapan dilakukan sejak Agustus melalui pendampingan di Departemen Parasitologi FK-KMK UGM. Para mahasiswa mendapat bimbingan dari drh. Kharisma Dewi, MPH., dr. Alfin Harjuno Dwiputro, M.Sc., dan dr. Stefanie Kusuma, M.Sc., di bawah supervisi Prof. dr. E. Elsa Herdiana M., M.Kes., Ph.D. Proses ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan peserta untuk menghadapi materi yang luas dan format kompetisi yang menuntut penguasaan konsep sekaligus respons cepat.

Babak kuis IPQOC terdiri atas tiga level dengan karakteristik tantangan yang berbeda. Pada level pertama, peserta harus menjawab pertanyaan secara individu dalam waktu 10 detik. Level kedua menguji kemampuan tim mengenali parasit berdasarkan gambar dengan waktu 15 detik. Adapun level ketiga berfokus pada penalaran, ketika anggota tim berdiskusi sebelum menyampaikan jawaban secara lisan dalam waktu satu menit. Materi yang diujikan mencakup biologi dan patogenesis parasit, tata laksana dan pengendalian penyakit parasitik, vektor, hingga parasit zoonotik.

Selain kompetisi kuis, IPQOC juga menghadirkan kategori oratorical yang menguji kemampuan peserta menyampaikan gagasan secara lisan dalam bahasa Inggris selama tiga menit. Alvin dan Malika mewakili FK-KMK UGM dalam kategori ini dengan membawakan tema yang berbeda. Alvin menyampaikan pidato bertajuk “AI against parasitic diseases”, sedangkan Malika membawakan “Warming climates, expanding parasites”. Kedua tema tersebut mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan parasitologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam menghadapi penyakit parasitik serta pengaruh perubahan iklim terhadap penyebaran parasit.

Keikutsertaan FK-KMK UGM dalam IPQOC 2026 selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan tentang parasit dan penyakit parasitik. Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui perluasan jejaring akademik lintas universitas dan negara. (Kontributor: Kharisma Dewi).