FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM meraih prestasi di International Health Science Research Competition (INHESCOM) pada 14 Desember 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) dan SCORE CIMSA. Dengan mengusung Tema “Integrating Research as Healthcare Improvement Towards Better Nutrition in Achieving Golden Indonesia 2045”, kompetisi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia.
International Health Science Research Competition (INHESCOM) 2025 ini menghadirkan 4 cabang perlombaan di antaranya, Literature Review, Scientific Essay, Public Poster, dan Educational Video. Pada kompetisi ini delegasi FK-KMK mengirimkan 5 mahasiswa yang terdiri dari Magnis Mahitala Gehamoto dan Dzaki Muhammad Ihsan pada cabang perlombaan Scientific Essay serta, Kevin Sebastian Simamora, Fedora Priskila Vinsensius, Muhammad Daffa Ikram pada perlombaan Public Poster.
Pada cabang perlombaan Scientific Essay Magnis dan Dzaki menyajikan gagasan ilmiah berjudul “SANTAP: An Adaptive Nutrition & Food-Access System for Managing Malnutrition in Central Jakarta”. Gagasan ini merupakan inovasi yang mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mengatasi permasalahan malnutrisi di perkotaan yang padat penduduk. Selain itu, inovasi ini merupakan wujud respon tanggal Magnis dan Dzaki dalam menjawab tantangan hambatan nutrisi secara komprehensif.
Sementara itu, pada cabang perlombaan Public Poster Kevin, Fedora, dan Daffa menghadirkan poster berjudul “VITAMIN SEA”. Poster ini menyajikan visual terkait dengan edukasi kesehatan secara psikologis (thalassotherapy,). Melalui poster ini publik diajak untuk menghilangkan rasa stress melalui kegiatan berenang di pantai khususnya dengan interaksi langsung pada air garam.
Pada puncak acara, 5 mahasiswa kedokteran ini berhasil meraih prestasi yang cukup bergengsi. Di antaranya, Juara 1 Scientific Essay dan Juara 1 Public Poster. Prestasi ini turut mendukung komitmen pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui tanggung jawab edukasi publik tentang kesehatan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan inovasi keilmuan untuk menjawab tantangan sosial. Serta, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan menegaskan komitmen integrasi teknologi kesehatan dan AI dalam menghadapi permasalahan kesehatan di perkotaan. (Reporter/Tedy).




