FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran melaksanakan magang di Klinik Intan Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti Muhammad Hariz Nursya’bani tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi, pengalaman, dan kesiapan mahasiswa dalam memahami praktik pelayanan kesehatan primer secara langsung. Magang mahasiswa ini periode bulan Oktober 2025 sampai dengan Januari 2026.
Selama menjalani magang, Muhammad Hariz Nursya’bani memperoleh kesempatan untuk mengenal sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas pelayanan melalui pendekatan observasi dan partisipasi aktif. Melalui observasi, mahasiswa mempelajari alur pelayanan pasien, mekanisme kerja antarunit, serta prosedur medis yang diterapkan dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.
Berbagai unit pelayanan menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa, meliputi poli umum, poli gigi, layanan gizi, ruang tindakan, administrasi, fisioterapi, dan farmasi. Di poli umum, mahasiswa mendampingi dokter dalam proses pelayanan pasien sekaligus mempelajari pengambilan keputusan klinis dalam konteks layanan primer. Pada layanan gizi, mahasiswa memperoleh pengalaman melakukan pengukuran antropometri dan mempelajari proses asesmen status gizi.
Pengalaman pembelajaran juga diperluas melalui keterlibatan dalam layanan homecare yang diselenggarakan Klinik Intan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan secara langsung di lingkungan tempat tinggal pasien. Layanan yang ditemui mencakup pelayanan medis, rehabilitasi medis, pelayanan gizi, perawatan luka, pemasangan atau penggantian alat kesehatan, serta pelayanan kesehatan ibu dan bayi sesuai dengan kebutuhan pasien.
Kegiatan magang juga menjadi sarana penerapan pendekatan evidence-based medicine. Mahasiswa secara rutin melakukan kajian terhadap jurnal ilmiah, buku teks, dan berbagai referensi akademik yang berkaitan dengan kasus atau permasalahan kesehatan yang ditemukan selama proses pembelajaran. Hasil kajian kemudian dibahas dan dipresentasikan bersama pembimbing serta peserta magang lainnya.
Kegiatan pembelajaran klinis tersebut turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi calon tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan yang bermutu. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pembelajaran langsung dan berbasis pengalaman di fasilitas pelayanan kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui keterhubungan antara institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, pembimbing, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan kedokteran. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi.)




