Mahasiswa FK-KMK UGM Mengikuti Program Student Exchange di University of Melbourne

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mengikuti program student exchange di University of Melbourne. Rifyal Syauqi Muhamad mengikuti program elektif dalam penguatan kompetensi mahasiswa Selama program berlangsung, ia terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem pelayanan kesehatan di Australia, khususnya pada layanan kesehatan primer dan pendekatan kedokteran berbasis bukti.

Salah satu pengalaman penting yang diperoleh adalah kunjungan ke Peter MacCallum Cancer Centre, sebuah pusat layanan onkologi terkemuka di Australia. Melalui kunjungan ini, Rifyal mempelajari sistem layanan kanker yang terintegrasi, mulai dari diagnosis hingga manajemen pasien secara komprehensif. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik multidisiplin dalam penanganan penyakit kronis kompleks.

Selain itu, Rifyal juga mengunjungi berbagai primary healthcare clinics dan General Practice clinics yang menjadi bagian dari jejaring pendidikan University of Melbourne. Dalam kegiatan ini, ia mengamati secara langsung alur pelayanan kesehatan primer, interaksi antara tenaga medis dan pasien, serta proses pengambilan keputusan klinis dalam praktik sehari-hari yang berbasis pada kebutuhan pasien.

Tidak hanya berfokus pada aspek klinis, Rifyal turut mengeksplorasi sistem layanan kesehatan kampus melalui kunjungan ke University of Melbourne Health Service. Ia mempelajari bagaimana layanan kesehatan mahasiswa dirancang untuk mendukung kesejahteraan fisik dan mental sivitas akademika. Selain itu, kunjungan ke perpustakaan universitas serta Heritage & Collections memberikan wawasan tambahan mengenai sejarah perkembangan ilmu kedokteran dan kontribusi institusi tersebut dalam riset kesehatan global.

Dalam aspek akademik, Rifyal mengikuti rangkaian MD3 Workshops yang mencakup berbagai topik penting seperti pelayanan kesehatan primer, multimorbiditas, kanker dalam layanan primer, kesehatan seksual dan reproduksi, serta promosi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah interaktif, diskusi kasus, dan evaluasi berkala yang mendorong pemahaman mendalam serta kemampuan analisis kritis.

Ia juga memperoleh pembelajaran terkait biostatistik dan evidence-based practice, termasuk teknik pencarian literatur ilmiah, interpretasi data, serta penyusunan logbook sebagai bagian dari pembelajaran mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan bekal penting dalam pengembangan kemampuan akademik dan klinis yang berbasis pada data ilmiah.

Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penguatan kompetensi klinis yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemberian akses pengalaman belajar internasional yang meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terlihat melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dengan institusi pendidikan internasional. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum).