Mahasiswa FK-KMK UGM mengikuti Program Exchange Student Elective Medical Exchange di Kobe University Hospital

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Exchange Student Elective Medical Exchange di Kobe University Hospital, Jepang. Program ini diikuti oleh mahasiswa kedokteran, Fairuz Tsabita, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi klinis, wawasan global, serta jejaring internasional mahasiswa di bidang kesehatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kobe University Hospital, Jepang, yang merupakan rumah sakit pendidikan afiliasi School of Medicine Kobe University dan dikenal sebagai salah satu pusat layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran terkemuka di wilayah Hyogo. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam lingkungan klinis internasional yang berbasis pada praktik kedokteran modern.

Selama mengikuti program elective, Fairuz memilih dua departemen utama, yaitu Infectious Disease Therapy dan Orthopedic Surgery, masing-masing dijalani selama dua minggu. Pada Departemen Infectious Disease Therapy, ia terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan klinis, mulai dari observasi pasien rawat inap dan unit perawatan intensif, penyusunan SOAP pasien, hingga mengikuti clinical conference serta diskusi kasus bersama dokter pembimbing. Selain itu, ia juga memperoleh kuliah singkat yang memperkaya pemahaman terkait penatalaksanaan penyakit infeksi berbasis bukti.

Pada rotasi berikutnya di Departemen Orthopedic Surgery, Fairuz mendapatkan pengalaman observasi pasien rawat jalan dan rawat inap, serta menyaksikan secara langsung berbagai prosedur operasi ortopedi. Ia juga mengikuti konferensi klinis dan diskusi kasus bersama tim medis, yang memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pendekatan diagnostik dan terapeutik dalam praktik ortopedi di Jepang.

Sebagai rumah sakit pendidikan, Kobe University Hospital menyediakan fasilitas pembelajaran yang komprehensif, termasuk ruang kuliah dan gedung penelitian yang mendukung aktivitas akademik mahasiswa. Lingkungan ini memungkinkan integrasi antara teori dan praktik klinis secara optimal, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang holistik.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memperluas perspektif mahasiswa terhadap sistem pelayanan kesehatan global. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun jejaring internasional, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat global.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan medis yang berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penyediaan pengalaman pembelajaran internasional yang inovatif, serra SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi akademik antara institusi pendidikan kedokteran di Indonesia dan Jepang. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum).