FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mengikuti program student exchange. Aretha Putri mendapatkan pengalaman di CHU Gabriel Montpied, Prancis. Program ini memberikan pengalaman klinis internasional di Departemen Bedah Vaskular, dengan fokus pada pembelajaran praktik kedokteran berbasis sistem rumah sakit pendidikan di Eropa. Kegiatan ini berlangsung dalam skema observership yang memungkinkan mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas klinis dan akademik sesuai dengan periode pelaksanaan yang ditetapkan oleh institusi mitra.
Selama menjalani program, Aretha memperoleh pemahaman mengenai alur kerja di Departemen Bedah Vaskular. Ia mengikuti berbagai kegiatan seperti ward round, diskusi kasus, serta koordinasi tindakan medis bersama tim multidisiplin. Melalui keterlibatan tersebut, ia memperdalam wawasan terkait beragam penyakit vaskular, termasuk Peripheral Arterial Disease, Acute Limb Ischemia, penyakit karotis, aneurisma, akses vaskular, hingga komplikasi seperti diabetic foot dan gangren.
Paparan klinis yang diperoleh juga mencakup penggunaan doppler ultrasound vaskular sebagai metode diagnostik non-invasif. Aretha mempelajari prinsip dasar interpretasi aliran darah serta teknik deteksi stenosis yang menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan klinis. Selain itu, ia berkesempatan mengamati berbagai prosedur bedah vaskular, baik teknik terbuka maupun endovaskular, seperti bypass, angioplasti, pemasangan stent, endarterektomi, hingga amputasi.
Tidak hanya pada aspek klinis, pengalaman ini turut mengembangkan profesionalisme dan kemampuan komunikasi Aretha dalam lingkungan multikultural. Ia belajar beradaptasi dengan sistem kerja rumah sakit di Prancis serta membangun kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Tantangan yang dihadapi, seperti perbedaan bahasa dalam komunikasi klinis serta perbedaan sistem dokumentasi medis, mendorongnya untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan pembelajaran mandiri.
Dari sisi pengembangan kompetensi, Aretha menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan nilai profesionalisme, termasuk penghormatan terhadap etika dan norma budaya setempat. Ia juga menguatkan kemampuan ilmiah melalui penerapan evidence-based medicine dalam diskusi kasus serta penyusunan laporan klinis. Meskipun tidak terlibat langsung dalam tindakan medis, pemahaman klinisnya tetap berkembang melalui observasi yang intensif dan terstruktur.
Lebih lanjut, pengalaman ini meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan sensitivitas sosial dalam menghadapi keberagaman pasien dan tenaga kesehatan. Dalam refleksinya, Aretha menekankan pentingnya pemeriksaan non-invasif seperti doppler ultrasound dalam mendukung diagnosis dan pengambilan keputusan terapi pada pasien dengan penyakit vaskular. Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan terapi yang tepat berdasarkan kondisi klinis dan faktor risiko pasien.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dalam memahami dan menerapkan praktik pelayanan kesehatan berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam akses pembelajaran klinis internasional yang memperkaya pengalaman akademik dan profesional mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terlihat melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan institusi kesehatan di Prancis dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




