Mahasiswa FK-KMK UGM Mengikuti Program Clinical Observership di Medical University of Graz, Austria

FK-KMK UGM. Salah satu mahasiswa kedokteran FK-KMK UGM, Fahrel Khoirun Nazil Putraza, mengikuti program clinical observership di Departemen Oftalmologi Medical University of Graz, Austria sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan pengalaman klinis berbasis standar internasional. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem pelayanan kesehatan mata serta memperkuat kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.

Selama mengikuti program observership, Fahrel mempelajari secara menyeluruh alur pelayanan pasien di klinik oftalmologi. Ia mengamati proses mulai dari registrasi pasien, pemeriksaan awal, hingga penegakan diagnosis dan perencanaan tata laksana oleh dokter pembimbing. Selain itu, ia juga memahami pentingnya koordinasi antar tenaga kesehatan dalam menghadirkan pelayanan yang terintegrasi dan berpusat pada pasien.

Pengalaman klinis Fahrel semakin berkembang melalui observasi langsung di poliklinik dan bangsal rawat inap. Dalam kegiatan tersebut, ia menyaksikan proses anamnesis, pemeriksaan fisik mata, penggunaan alat diagnostik modern, hingga diskusi kasus yang dilakukan secara mendalam. Pendekatan berbasis bukti yang diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan klinis memberikan wawasan baru mengenai praktik kedokteran yang sistematis dan terstandar.

Selain aspek klinis, program ini juga menjadi sarana untuk mengasah keterampilan komunikasi profesional dalam lingkungan internasional. Fahrel berinteraksi dengan dokter, tenaga kesehatan, serta mahasiswa dari berbagai negara, sehingga memperkuat pemahamannya mengenai pentingnya kerja sama multidisiplin dan komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan.

Meski demikian, Fahrel menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti program ini, termasuk adaptasi terhadap sistem pelayanan dan budaya akademik yang berbeda. Perbedaan bahasa serta gaya komunikasi klinis juga menjadi kendala dalam memahami diskusi medis secara optimal. Selain itu, variasi dalam penerapan protokol dan penggunaan teknologi dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi.

Meskipun terdapat berbagai tantangan, pengalaman ini memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi Fahrel. Ia semakin memahami pentingnya profesionalitas dalam menjaga etika medis dan kerahasiaan pasien. Dari sisi keterampilan, terjadi peningkatan dalam komunikasi profesional, kemampuan analisis klinis, serta penguatan pola pikir berbasis evidence-based medicine.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya akses mahasiswa terhadap pembelajaran internasional berbasis praktik klinis dan evidence-based medicine, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan institusi pendidikan internasional dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).