Mahasiswa FK-KMK UGM Mengikuti Program Clinical Exchange di Lithuanian University of Health Sciences

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Aysha Azra Natila, mengikuti program clinical exchange di Lithuanian University of Health Sciences (LSMU) yang berlokasi di Kaunas, Lithuania. Program ini memberikan pengalaman akademik dan klinis lintas negara yang memperkaya kompetensi mahasiswa dalam bidang kedokteran. Kegiatan ini berlangsung dalam skema pertukaran internasional yang difasilitasi oleh International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) melalui program SCOPE, bekerja sama dengan Lithuanian Medical Students’ Association.

LSMU sendiri merupakan institusi pendidikan kesehatan terkemuka di kawasan Eropa Timur yang memiliki integrasi kuat antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan melalui LSMU Hospital Kaunas Clinics. Dalam program ini, Aysha ditempatkan di Departemen Gastrointestinal Surgery – Hepato-Pancreato-Biliary (HPB), yang menjadi pusat rujukan nasional untuk kasus-kasus bedah saluran pencernaan, hati, pankreas, dan empedu.

Selama mengikuti program, Aysha terlibat dalam berbagai aktivitas observasional di ruang operasi dan unit perawatan pasien. Ia berkesempatan menyaksikan beragam prosedur bedah, mulai dari tindakan minimally invasive seperti laparoscopic hernioplasty dan cholecystectomy, hingga operasi kompleks seperti pancreatectomy, hepatectomy, dan gastrectomy. Selain itu, ia juga mengamati prosedur rekonstruktif seperti hepaticojejunostomy serta teknik bedah modern lainnya yang berbasis teknologi.

Tidak hanya terbatas pada observasi, Aysha juga aktif mengikuti diskusi kasus bersama tim medis multidisiplin. Diskusi tersebut mencakup interpretasi hasil pencitraan medis, perencanaan tindakan pra-operasi, pengambilan keputusan selama operasi, hingga evaluasi pasca-operasi. Seluruh proses pembelajaran ini didokumentasikan dalam logbook yang dilengkapi dengan refleksi klinis, sehingga memperkuat pemahaman konseptual dan praktik klinisnya.

Pengalaman ini memberikan wawasan baru terkait penerapan teknologi medis, khususnya dalam pendekatan minimally invasive dan penggunaan sistem robotik yang lebih berkembang. Selain itu, sistem pelayanan kesehatan di Lithuania juga menekankan aspek keselamatan pasien, kolaborasi lintas disiplin, serta penerapan praktik berbasis bukti yang konsisten.

Dari sisi capaian pembelajaran, program ini memberikan penguatan kompetensi ilmiah, termasuk kemampuan analisis kasus bedah HPB dan interpretasi data diagnostik. Di sisi lain, pengalaman internasional ini juga memperkaya pemahaman sosial budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun keterampilan kolaborasi dalam tim global. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk tenaga medis yang adaptif dan berdaya saing internasional.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas calon tenaga kesehatan dalam memahami praktik klinis yang aman dan berbasis bukti. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan akses terhadap pembelajaran internasional yang komprehensif dan berbasis pengalaman langsung, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi mahasiswa internasional, serta rumah sakit pendidikan dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).