FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mengikuti program Clinical Exchange di Medical University of Vienna, Austria, sebagai bagian dari penguatan kompetensi klinis dan profesional di tingkat internasional. Program ini diikuti oleh Ghita Alya Ranindya dan dilaksanakan di Vienna, Austria. Melalui kegiatan tersebut, Ghita terlibat langsung dalam berbagai aktivitas klinis di rumah sakit pendidikan berskala global, khususnya pada bidang bedah visceral, guna memperluas wawasan akademik dan praktik kedokteran berbasis standar internasional.
Medical University of Vienna dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di dunia. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025, universitas ini menempati peringkat ke-60 dunia dalam bidang kedokteran serta menjadi institusi kedokteran terbaik di Austria. Reputasi tersebut ditopang oleh kontribusi riset yang kuat dalam bidang onkologi, ilmu saraf, imunologi, dan penyakit infeksi, serta dukungan jejaring rumah sakit pendidikan yang menyediakan pengalaman klinis komprehensif bagi mahasiswa.
Selama menjalani Clinical Exchange, Ghita memperoleh kesempatan mengikuti berbagai prosedur bedah mayor abdomen, termasuk liver resection, pancreas resection, bowel surgery, hingga transplantasi ginjal. Pengalaman ini memberinya pemahaman praktis mengenai teknik pembedahan kompleks serta pendekatan klinis yang diterapkan dalam sistem layanan kesehatan Austria. Ia juga mengamati secara langsung penerapan laparoscopic surgery konvensional, robot-assisted laparoscopic surgery menggunakan sistem Da Vinci, serta open surgery. Observasi tersebut memperkaya perspektifnya mengenai indikasi klinis, keunggulan, dan keterbatasan masing-masing metode dalam praktik sehari-hari.
Selain aktivitas di ruang operasi, Ghita turut menjalani penempatan di poliklinik untuk mempelajari alur pelayanan pra-operatif dan pasca-operatif. Ia mendalami proses penilaian awal pasien, manajemen luka, pemantauan kondisi pasca tindakan, hingga perencanaan prosedur lanjutan. Dalam konteks komunikasi klinis, ia mengamati pola interaksi dokter–pasien yang menekankan transparansi informasi, edukasi menyeluruh, serta pengambilan keputusan bersama atau shared decision-making.
Pengalaman ini melatih Ghita untuk bekerja dalam tim multidisipliner bersama tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang internasional. Ia juga beradaptasi dengan sistem operasional rumah sakit tersier berskala global yang memiliki standar prosedur dan budaya kerja berbeda dengan Indonesia. Hal ini memperkuat kesiapan adaptif serta sensitivitas lintas budaya dalam praktik kedokteran.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi klinis calon dokter yang berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam kesempatan pembelajaran internasional yang memperkaya kapasitas akademik dan profesional mahasiswa. Selain itu juga selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terimplementasi melalui kolaborasi pendidikan lintas negara yang memperkuat jejaring global dalam pengembangan ilmu kedokteran. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).


