Mahasiswa FK-KMK UGM Melaksanakan Student Exchange di Hacettepe University Hospital Turki

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan student exchange di Hacettepe University Hospital, Ankara, Turki. Program ini diikuti oleh Raiqa Zakaria sebagai bagian dari pemenuhan semester elektif sekaligus implementasi strategi fakultas dalam memperluas jejaring akademik global dan meningkatkan kompetensi klinis mahasiswa melalui paparan sistem kesehatan internasional.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2025 dalam skema pertukaran mahasiswa kedokteran yang berfokus pada penguatan pengalaman akademik, klinis, dan interkultural di institusi mitra bereputasi global. Keikutsertaan Raiqa mencerminkan komitmen fakultas dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman transnasional yang relevan dengan dinamika praktik kedokteran modern. Hacettepe University Hospital dikenal sebagai rumah sakit pendidikan unggulan di Turki dengan kekuatan pada layanan klinis dan riset medis, sehingga menjadi lingkungan belajar yang kondusif untuk pendalaman kompetensi profesional.

Selama mengikuti program, Raiqa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung sistem pelayanan kesehatan, teknologi medis, serta pendekatan klinis yang diterapkan, khususnya dalam bidang obstetri dan ginekologi. Ia terlibat dalam observasi kasus, diskusi klinis, hingga tindakan medis sesuai kompetensi dan batas kewenangan sebagai mahasiswa. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya terhadap manajemen kasus obstetri dan ginekologis berbasis bukti serta implementasi terapi di setting klinis nyata.

Raiqa menyampaikan bahwa kegiatan student exchange di Hacettepe sangat bermanfaat untuk pendidikan saya. Saya dapat mengobservasi dan melakukan tindakan langsung kepada pasien serta mempelajari banyak sekali permasalahan obstetri dan ginekologis yang dapat saya lihat aplikasi dan terapi di klinis secara langsung. Ia juga menegaskan bahwa selama melakukan magang, saya berusaha untuk menjadi mahasiswa yang observatif, kritis dan aktif sesuai dengan kompetensi dan limitasi yang diajarkan selama preklinik. Ke depannya di klinis, saya berharap untuk dapat lebih berkontribusi dan mempergunakan ilmu serta keterampilan saya untuk pelayanan pasien.

Selain penguatan akademik dan klinis, program ini membuka peluang jejaring internasional dengan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara. Interaksi lintas budaya tersebut tidak hanya memperkaya perspektif global, tetapi juga memperkuat kapasitas komunikasi profesional di lingkungan multikultural. Dalam kesempatan yang sama, Raiqa turut memperkenalkan budaya Indonesia kepada komunitas akademik di Turki sebagai bagian dari diplomasi pendidikan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam penguatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kerja sama institusi pendidikan lintas negara yang memperkuat jejaring dan kolaborasi strategis dalam bidang kesehatan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).