Mahasiswa FK-KMK UGM Magang di Rumah Sakit Bhayangkara Prof. Awaloedin Djamin Semarang

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melaksanakan praktik magang di Rumah Sakit Bhayangkara Prof. Awaloedin Djamin Semarang. Naella Putri Ramadhani mengikuti magang sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi klinis dan pemahaman sistem pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit kepolisian.

Selama menjalani praktik, Naella terlibat dalam observasi pelayanan pasien di instalasi rawat jalan, rawat inap, serta Instalasi Gawat Darurat. Ia mengikuti visit pasien bersama dokter penanggung jawab, berdiskusi mengenai diagnosis, pemeriksaan penunjang, serta rencana tata laksana yang komprehensif. Pengalaman ini juga membantunya memahami alur koordinasi antarunit serta sistem rujukan internal rumah sakit.

Di Poli Mata, Naella mempelajari proses anamnesis, pemeriksaan visus, hingga penetesan obat pra-operasi katarak serta mengikuti diskusi klinis bersama dokter spesialis mata terkait evaluasi dan rencana terapi pasien. Pada Poli Saraf, ia mengamati pemeriksaan neurologis serta mendalami diskusi kasus seperti Parkinson’s disease, Benign Paroxysmal Positional Vertigo, dan demensia, sehingga memperkuat korelasi antara temuan klinis dan hasil pemeriksaan penunjang. Di Poli Bedah Umum, ia mempelajari tata laksana luka seperti ulkus diabetikum dan selulitis serta mengamati tindakan penjahitan luka dan prinsip sterilisasi di ruang operasi.

Pengalaman juga diperoleh di Instalasi Rekam Medik melalui pembelajaran penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, alur administrasi, dan pencatatan data pasien. Di bagian Humas dan Pemasaran, ia memahami strategi komunikasi publik dan evaluasi kepuasan pasien. Sementara itu, di Departemen Forensik, Naella mempelajari aspek medikolegal, identifikasi luka, penyusunan visum et repertum, serta peran dokter forensik dalam sistem peradilan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi calon dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam implementasi pembelajaran berbasis praktik yang terstruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pemahaman peran layanan kesehatan, khususnya bidang forensik, dalam sistem peradilan dan tata kelola institusi yang professional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).