FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada meluluskan mahasiswa Program Studi Doktor, Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc., (HPE)., Sp.OG., FFRI, dengan predikat Sangat Memuaskan sebagai Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Dalam ujian terbuka di Auditorium FK-KMK UGM pada Selasa, (06/01). dr. Ide Pustaka memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Virtual Reality Penanganan Perdarahan Pasca Salin untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bidan Praktik Klinik”.
Latar belakang penelitian yang dilakukan oleh dr. Ide Pustaka karena adanya tantangan pembelajaran kasus gawat darurat kebidanan yang selama ini masih banyak mengandalkan simulasi berbasis manekin. Meskipun aman, penggunaan manekin dinilai belum mampu merepresentasikan kondisi klinis nyata serta membangkitkan respons emosional peserta didik, padahal aspek tersebut berperan penting dalam proses pembelajaran dan pemeliharaan kompetensi. Oleh karena itu, VR dikembangkan sebagai inovasi media simulasi yang menghadirkan situasi mendekati kondisi nyata dalam penanganan PPH.
dr. Ide Pustaka meneliti pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran dalam pelatihan penanganan perdarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage/PPH) bagi bidan praktik klinik. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelatihan kegawatdaruratan maternal yang aman, terstandar, dan tidak mencederai pasien. Studi ini dilakukan sepanjang periode penelitian tahun 2024 dengan tujuan menguji efektivitas VR dalam mempertahankan kompetensi bidan pada konteks pelatihan berkelanjutan (Continuing Professional Development).
Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama berupa survei menggunakan kuesioner untuk menggali tingkat pengetahuan, persepsi kemampuan, dan kesiapan bidan praktik klinik dalam menangani PPH. Sebanyak 251 responden terlibat pada tahap ini, dengan rerata skor pengetahuan sebesar 57,5. Meskipun mayoritas responden menyatakan mampu dan siap menangani PPH, ditemukan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi kesiapan, khususnya pada bidan yang berperan sebagai pemimpin tindakan klinis. Tahap kedua difokuskan pada pengembangan produk VR penanganan PPH yang dinilai realistis sebagai media pembelajaran. Tahap ketiga dilakukan melalui uji coba menggunakan metode non-blinding randomized controlled trial untuk membandingkan efektivitas pelatihan berbasis VR dengan simulasi manekin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode pelatihan secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta. Namun, pelatihan berbasis VR terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kesiapan bidan serta kualitas pengalaman belajar. VR dinilai mampu menghadirkan suasana belajar yang menyerupai kondisi nyata, meningkatkan fokus, interaktivitas, rasa percaya diri, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan manekin.
Dikaitkan dengan etika, adanya pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) justru selaras atau mendukung etika tersebut. “Akses pelayanan kesehatan, khususnya pendidikannya saat ini itu sangat terbatas, khususnya untuk orang-orang yang tinggal di luar pulau. Dengan adanya Virtual Reality (VR), ini sangat memungkinkan. Ketika ada replikasi-replikasi dari VR tersebut, ini sangat mungkin dimanfaatkan oleh semua orang, meskipun di daerah remote area. Ketika kita mendidik, tentu etika-etika tersebut sangat diperlukan.” terang dr. Ide Pustaka.
Pada penelitian dr. Ide Pustaka menunjukkan bahwa keterampilan bidan dalam mengelola PPH di DIY belum sepenuhnya selaras dengan standar nasional. Virtual Reality dapat dimanfaatkan sebagai media pelatihan alternatif yang efektif, terutama dalam meningkatkan kesiapan dan pengalaman belajar, meskipun peningkatan pengetahuan dapat dicapai dengan baik melalui kedua metode. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan kebidanan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan maternal.
Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan keselamatan ibu melahirkan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan metode pembelajaran berbasis teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi pendidikan, riset, dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan. (Humas/Sitam).



