Mahasiswa FK-KMK UGM Ikuti International Clinical Exchange di Thailand Bidang Forensik

FK-KMK UGM. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mengikuti International Clinical Exchange Program di Departemen Patologi Forensik Ramathibodi Hospital yang berada di bawah naungan Mahidol University. Program ini diikuti oleh Joan Balqis Johandi, mahasiswa Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM, sebagai bagian dari penguatan kompetensi klinis dan akademik di bidang kedokteran forensik. Kegiatan dilaksanakan dalam periode program elektif internasional di Bangkok, Thailand, dengan tujuan memperluas wawasan global, meningkatkan kapasitas analisis forensik, serta memperdalam pemahaman sistem medikolegal lintas negara.

Selama mengikuti elective di Departemen Patologi Forensik, Joan terlibat dalam observasi autopsi, analisis organ, serta pembelajaran histopatologi. Pengalaman tersebut memperkaya pemahaman mengenai identifikasi penyebab kematian melalui korelasi temuan makroskopis dan mikroskopis. Proses pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan pendampingan residen dan supervisor, sehingga mahasiswa dapat memahami alur investigasi forensik secara komprehensif dan berbasis evidensi ilmiah.

Selain aspek klinis, program ini juga memberikan paparan langsung terhadap sistem medikolegal di Thailand. Joan berkesempatan mengikuti kunjungan ke tempat kejadian perkara serta menghadiri proses persidangan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran konkret tentang peran kedokteran forensik dalam mendukung penegakan hukum dan memperlihatkan hubungan erat antara profesi medis dan sistem peradilan. Diskusi kasus yang mendalam melatih kemampuan berpikir kritis, objektivitas, serta ketelitian dalam menyusun interpretasi medis yang akurat.

Lingkungan belajar yang profesional dan suportif di Ramathibodi Hospital turut menunjang efektivitas pembelajaran. Interaksi aktif dengan staf dan residen membuka ruang refleksi akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam komunikasi ilmiah lintas budaya. Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui akses pembelajaran internasional dan peningkatan kompetensi berbasis standar global. Selain itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam kolaborasi akademik lintas negara yang memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang kedokteran forensik. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).