Kuliah Perdana Tiga Prodi FK-KMK UGM Angkat Tema Evidence, Barrier, and Opportunity in Health

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar bertajuk “Integrating Science into Local Health Action: Evidence, Barrier, and Opportunity” pada Kamis (21/8) di Auditorium FK-KMK UGM. Acara ini digelar dalam rangka kuliah perdana tiga program studi magister, yaitu Magister Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Magister Kesehatan Masyarakat, serta Magister Ilmu Kedokteran Tropis. Seminar menghadirkan narasumber nasional dan daerah, yaitu dr. Anas Ma’ruf, MKM (Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK Kemenkes RI) dan Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Walikota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM menegaskan bahwa kualitas pendidikan pascasarjana di UGM sejajar dengan universitas di luar negeri. Ia berpesan kepada mahasiswa baru agar tidak merasa minder dengan rekan-rekan yang menempuh studi di luar negeri.

“Selama anda bersungguh-sungguh, mengikuti proses pembelajaran dengan baik, maka kualitas ilmu yang diperoleh bisa setara, bahkan lebih baik. Selain menimba ilmu, kami berharap Anda juga dapat membangun karakter dan jejaring,” ujar Prof. Yodi.

Pada sesi materi pertama, dr. Anas Ma’ruf, MKM memaparkan topik “From Data to Policy: Lesson and Challenges in Strengthening National Health Resilience.” Ia menekankan bahwa Kementerian Kesehatan RI berkomitmen penuh dalam melakukan transformasi kesehatan. Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem kesehatan nasional yang lebih adaptif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dengan topik “Making Science Work on the Ground: Lessons from Local Government – Academic Collaboration in Public Health.” Dalam paparannya, Hasto menyoroti berbagai tantangan kesehatan di Yogyakarta, seperti penyakit tidak menular, stunting, tuberkulosis, gangguan jiwa, hingga permasalahan sampah. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan lansia.

“Angka harapan hidup lansia di Yogyakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, kami berencana mendirikan sekolah lansia agar mereka bisa mendapat pembelajaran tentang kesehatan,” jelasnya.

Selain sesi utama, seminar juga menggelar talkshow dalam dua sesi. Pada sesi pertama, hadir dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D (Ketua Program Studi Magister Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM) dan dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D. (Ketua Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM). Sementara pada sesi kedua, talkshow menghadirkan Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, M.P.H., Ph.D. (Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM) serta Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA (Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM).

Seminar dalam rangkaian kuliah perdana tiga prodi ini diikuti sebanyak 249 mahasiswa magister. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan akademis kepada mahasiswa baru, tetapi juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Seminar ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Humas/Sitam).