FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis bersama Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture dengan tema Unlocking Marine Natural Products for Drug Discovery: From Molecular Networking to Mechanistic Insights. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026) di Ruang Kuliah Student Center lantai 2, FK-KMK UGM, dengan menghadirkan pakar internasional dari Taipei Medical University, Taiwan, Prof. Kuei-Hung Lai, Ph.D. Dalam kuliah pakar tersebut, para peserta yang hadir terdiri atas mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis hingga mahasiswa Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM.
Prof. Lai merupakan pakar dalam kimia bahan alam, metabolomik berbasis spektrometri massa, serta pengembangan pendekatan analitik untuk eksplorasi dan karakterisasi metabolit sekunder dari berbagai sumber biologis, termasuk organisme laut. Pada sesi kelasnya, Prof. Lai membahas terobosan penting dalam dunia farmakologi yang yang menggabungkan eksplorasi sumber daya alam laut dan teknologi jaringan molekuler (Molecular Networking) untuk penemuan obat-obatan baru.
Ia menjelaskan keanekaragaman hayati laut di perairan Taiwan yang berpotensi menjadi sumber pengobatan alami. Beberapa di antaranya yaitu soft coral yang memiliki metabolit sekunder sebagai anti-inflamasi dan antikanker, spons laut yang menjadi reservoir senyawa bioaktif dengan potensi antibakteri dan imunomodulator, hingga anemon laut yang mengandung peptida dan racun unik, yang merangsang aktivitas neurologis serta antikanker.
Melakukan penelitian organisme laut seringkali menemui berbagai hambatan, seperti jumlah sampel yang sangat sedikit, spektrum Nuclear Magnetic Resonance yang tumpang tindih atau ambigu, hingga ketidakpastian stereokimia dari suatu senyawa. Untuk mengatasinya, Prof. Lai mengungkapkan, para peneliti menggunakan platform Global Natural Products Social Molecular Networking (GNPS).
Teknologi GNPS membantu peneliti menganalisis data spektrum Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS), membangun jaringan molekuler berdasarkan kemiripan spektral, serta mencocokkan struktur dengan perpustakaan data (library match). Hal ini memungkinkan peneliti memprioritaskan kandidat senyawa obat secara cepat dan efisien.
Menutup kuliahnya, Prof. Lai menggarisbawahi tiga langkah penting dalam inovasi farmasi yang telah dipaparkan, yaitu Discover, Connect, Translate. “Discover, mengungkap keanekaragaman kimiawi baru dari organisme laut. Connect, menghubungkan molekul-molekul tersebut melalui metabolomik, jaringan molekuler, dan fenotipe biologis. Translate, mengubah keanekaragaman kimiawi tersebut menjadi pemahaman biologis dan potensi kandidat obat di masa depan,” tutup Prof. Lai.
Penyelenggaraan Guest Lecture ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 14: Ekosistem Lautan. Upaya mengeksplorasi keanekaragaman hayati laut untuk penemuan kandidat obat baru secara langsung mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat global, sekaligus menyoroti besarnya potensi ekosistem perairan yang harus terus dijaga kelestariannya. Selain itu, kemitraan global dalam kegiatan ini turut mencerminkan implementasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam memajukan inovasi dan teknologi medis. (Penulis: Citra/Humas).


