FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melalui Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan program kolaboratif pengabdian masyarakat bersama Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul untuk memperkuat peran kader kesehatan dalam deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan promosi kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan diawali dengan diskusi pemaparan rencana program yang berlangsung pada pertengahan Maret 2025, dipimpin oleh Aditya Lia Ramadona, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku ketua tim UGM, dan dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Bambanglipuro serta pihak kalurahan.
Rencana program ini menitikberatkan pada pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan yang akan difokuskan pada satu pedukuhan sebagai dukuh percontohan menuju pengembangan “Kampung Sehat.” Dalam tahap awal, tim UGM akan melakukan need assessment untuk memetakan kebutuhan pelatihan secara kontekstual dan menyeluruh, agar materi yang diberikan tepat sasaran dan mengikutsertakan kader-kader yang selama ini belum banyak terlibat.
Kader kesehatan, sebagai garda terdepan pelayanan di tingkat komunitas, diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, namun juga pemahaman terhadap konteks sosial-budaya masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak semata berbasis pelatihan teknis, tetapi juga menjunjung inklusivitas, pemberdayaan lokal, serta keberlanjutan intervensi berbasis data dan kolaborasi.
Program ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan layanan kesehatan primer dan upaya promotif preventif dalam menanggulangi penyakit tidak menular. Di sisi lain, kerja sama antara UGM, pemerintah kalurahan, dan puskesmas mencerminkan implementasi nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan membangun kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan kesehatan.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kalurahan Mulyodadi diharapkan menjadi model pengembangan desa sehat yang tangguh dan berdaya, menjadikan kader kesehatan sebagai aktor kunci dalam sistem kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah dan Alfiyah).




