Kabar Dekan Edisi 2 Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dalam mempertegas peran strategisnya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga hadir nyata bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah dukungan melalui Bantuan Dana KKN-PPM yang tahun ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak kurang dari 106 unit KKN-PPM menerima dukungan, yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Sebaran ini mencerminkan semangat mahasiswa FK-KMK untuk hadir, mengabdi, dan memberi dampak nyata di berbagai penjuru negeri.

Seiring dengan penguatan peran pengabdian, fakultas juga tengah memperluas infrastruktur riset dan inovasi. Saat ini, sedang disusun naskah akademik untuk pengembangan Laboratorium Riset Terpadu (LRT) menjadi Laboratorium Riset dan Inovasi Terpadu (LRIT), serta pengembangan Museum FK-KMK dan Laboratorium Biopaleoantropologi. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan tri dharma perguruan tinggi sekaligus memperkokoh posisi FK-KMK sebagai pusat ilmu pengetahuan kesehatan yang berorientasi pada inovasi.

Kabar membanggakan datang dari ajang ISBER Annual Meeting & Exhibits 2025 dengan tema “Northern Lights: Impact of the Global Biobanking Spectrum”. Pada kesempatan ini, Dr. Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., Ketua Tim Pengelola Biobank FK-KMK UGM, meraih penghargaan bergengsi ISBER Outstanding Achievement in Biobanking Award 2025. Prestasi ini meneguhkan kontribusi FK-KMK di kancah global, khususnya dalam pengembangan biobank sebagai aset penting bagi riset kesehatan.

Selain itu, Sistem Kesehatan Akademik (AHS) merupakan model kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah yang bertujuan memperkuat derajat kesehatan masyarakat melalui sinergi kebijakan, layanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, potensi AHS semakin kuat dengan pengembangan medical and wellness tourism, yang memadukan layanan medis modern berstandar internasional di RSA UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan RS JIH dengan kekayaan tradisi lokal seperti jamu dan terapi holistik. Sejalan dengan hal itu, AHS UGM telah menetapkan wisata kesehatan sebagai prioritas dalam Renstra 2025–2029 dengan fokus pada inovasi, tata kelola layanan, serta integrasi kedokteran modern dan tradisional. Untuk mengoptimalkan potensi ini sekaligus menjawab tantangan koordinasi dan standarisasi, dirancang pembentukan Board of Health Tourism Yogyakarta sebagai wadah koordinatif lintas sektor. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kesehatan unggulan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Komitmen FK-KMK dalam tata kelola kelembagaan juga semakin diperkuat dengan pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Pada 20 Juni 2025, bersama seluruh sivitas akademika secara resmi mendeklarasikan komitmen tersebut melalui Maklumat Pelayanan Zona Integritas. Penerapan ZI tahun ini difokuskan pada enam area utama yaitu Manajemen Perubahan untuk membangun budaya kerja yang adaptif dan progresif, Penataan Tatalaksana melalui penyusunan SOP berbasis proses bisnis, Penataan Sistem SDM dengan perencanaan berbasis peta jabatan dan analisis beban kerja, Penguatan Akuntabilitas melalui dashboard monitoring kinerja, Penguatan Pengawasan dengan sistem aspirasi dan pengaduan yang aman dan transparan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui One Stop Service berbasis digital yang cepat, transparan, dan akuntabel.

“Integritas bukan hanya milik institusi, melainkan milik kita semua. Integritas adalah nafas dari setiap pengabdian kita.” Karena itu, keberhasilan pembangunan Zona Integritas hanya dapat terwujud jika seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berperan aktif meneguhkan komitmen moral ini dalam setiap lini kerja.

Di bulan Agustus 2025, FK-KMK bersama RSUP Dr. Sardjito dan RSA UGM meluncurkan Buku Pedoman Pendidikan Klinik Bermartabat. Pedoman ini menjadi tonggak penting dalam upaya menegakkan nilai-nilai profesionalisme, sekaligus mencegah dan menyelesaikan pelanggaran perilaku yang bertentangan dengan martabat akademik. Acara peluncuran tersebut juga menjadi deklarasi bersama untuk menjaga pendidikan klinik tetap berpijak pada nilai-nilai luhur.

“Kita tidak ingin budaya akademik menjadi budaya yang menutupi dan membiarkan. Kita ingin membangun budaya yang saling mengingatkan, menguatkan, dan membimbing. Itulah esensi dari pendidikan bermartabat.”

Dengan segala capaian dan komitmen tersebut, FK-KMK terus berupaya menjaga reputasi sebagai fakultas kedokteran yang memimpin, melayani, dan memberi teladan. Semoga setiap langkah kita senantiasa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.